NGANJUK, SRTV.CO.ID — Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menjenguk langsung puluhan pelajar SMAN 3 Nganjuk yang menjadi korban keracunan massal menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (3/9/2026) malam.
Para siswa tersebut menjalani perawatan intensif di beberapa fasilitas kesehatan, antara lain RSUD Nganjuk, RS Bhayangkara, dan Rumah Sakit Islam Aisyiyah Nganjuk.
Kasus keracunan ini diduga berasal dari sajian makanan program MBG yang disuplai oleh SPPG Begadung 2 Nganjuk pada Selasa (2/9/2026) siang, berupa menu nasi goreng, ayam suwir dengan telur dadar iris, acar, serta buah semangka.
"Alhamdulillah, malam ini saya checking kalau kemarin Mas Wabup sama Forkopimda. Hari ini kita cek beberapa lokasi yang kaitannya dengan kejadian kemarin ya," ujar Bupati Marhaen saat berada di Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk.
Menanggapi penanganan medis serta total warga dan pelajar yang terdampak, Kang Marhaen mengapresiasi kerja cepat seluruh tenaga medis dan jajaran rumah sakit maupun puskesmas yang telah bergerak sigap merawat para korban. Berdasarkan data yang tercatat, total keseluruhan korban terdampak mencapai 127 orang.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Nganjuk, atas nama masyarakat Nganjuk mengucapkan banyak terima kasih pada seluruh tenaga kesehatan, semua rumah sakit, puskesmas dan klinik yang telah merawat anak-anak kita. Dan alhamdulillah pelayanannya juga bagus, dan berangsur-angsur semoga besok bisa sembuh semua. Harapan kita seperti itu," ungkapnya.
Terkait dengan penanganan beban pembiayaan perawatan medis para korban di rumah sakit, Pemerintah Kabupaten Nganjuk menegaskan komitmennya untuk memberikan dukungan penuh serta siap berkoordinasi langsung dengan pihak BGN.
"Mengenai biaya nanti kami akan komunikasi dengan BGN. Tapi kalau diserahkan Pemda, kita juga siap ya. Intinya pemerintah akan support semuanya. Syukur-syukur kalau dibantu BGN," kata Bupati Marhaen.
Terkait perkembangan kondisi terkini para siswa, Bupati menyampaikan bahwa sebagian besar korban sudah diperbolehkan pulang, namun masih ada beberapa siswa yang membutuhkan penanganan medis secara intensif.
"Kurang lebih ada 17 yang masih dirawat. Yang lainnya sudah pulang, alhamdulillah. Dan mungkin kalau keracunan gini kan kita cek juga seperti kasusnya. Ada yang sudah pulang, kemudian muntah lagi, balik lagi," jelas Kang Marhaen.
Guna memastikan seluruh korban tertangani dengan baik hingga pulih total, pemerintah daerah terus menyinergikan seluruh fasilitas kesehatan serta jajaran terkait di wilayah Nganjuk.
"Yakinlah Pemerintah Daerah beserta rumah sakit, Dinkes, terus kemudian Puskesmas, klinik-klinik swasta, semuanya guyub rukun. Biar penanganannya cepat dan insya Allah juga anak-anak bisa cepat sehat kembali," paparnya.
Langkah preventif juga langsung diambil oleh Pemerintah Kabupaten Nganjuk bersama tim Satgas serta instansi terkait demi memperketat pengawasan operasional dan sistem distribusi menu program MBG agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
"Kita selalu koordinasi dengan BGN ya, kaitannya dengan pengawasan. Kami yang di Pemerintah Daerah juga akan melakukan pengawasan-pengawasan," tegas Kang Marhaen.
Editor : SRTVRedaksi