Keracunan Massal SMAN 3 Nganjuk, Kepala SPPG Begadung 2 Diperiksa Polisi dan Dapur Dijaga Ketat

Gerbang Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Begadung 2 Nganjuk terkunci rapat dan dijaga ketat usai insiden keracunan massal yang menimpa puluhan siswa SMAN 3 Nganjuk (SRTV)
Gerbang Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Begadung 2 Nganjuk terkunci rapat dan dijaga ketat usai insiden keracunan massal yang menimpa puluhan siswa SMAN 3 Nganjuk (SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID - Dugaan kasus keracunan massal yang menimpa puluhan pelajar SMA Negeri 3 Nganjuk memicu tindakan tegas dari aparat penegak hukum dan instansi kesehatan.

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Begadung 2 Nganjuk kini tertutup rapat dari akses publik dan mendapat penjagaan ketat.

"Untuk media tidak bisa pak, saya hanya menjalankan perintah," kata Wisnu, penjaga SPPG berpakaian hitam yang menjaga gerbang, Kamis (3/9/2026).

Suasana di dalam area SPPG terlihat sangat tegang seiring berjalannya proses pemeriksaan internal oleh jajaran kepolisian.

Kepala SPPG Begadung, Zaidan, dilaporkan tengah berhadapan langsung dengan para penyidik untuk memberikan keterangan resmi terkait insiden ini.

"Di dalam itu ada pak polisi, dari Polres dan Polsek Nganjuk," ungkap Wisnu saat mengonfirmasi jalannya pemeriksaan.

Proses penyelidikan tidak hanya melibatkan aparat kepolisian daerah, tetapi juga menerjunkan tim medis dari fasilitas kesehatan setempat.

Petugas Puskesmas Begadung mengonfirmasi bahwa penanganan kasus dilakukan secara kolaboratif guna mengusut tuntas penyebab pasti keracunan makanan.

"Kita dari Puskesmas Begadung, BPOM masih di dalam," kata seorang wanita berhijab usai keluar dari gedung SPPG.

Kehadiran Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Jawa Timur di lokasi menjadi bukti krusial bahwa sampel makanan tengah diuji secara intensif.

Kendati aktivitas pengujian laboratorium berlangsung tertutup, keberadaan tim BPOM di area kejadian dibenarkan oleh staf operasional lapangan.

"Benar saya dari BPOM, tapi saya driver," kata pria asal Surabaya yang enggan menyebut nama di luar gedung SPPG, tepat di samping mobil pekat merah bernopol L 1767 CP.

Kasat Reskrim Polres Nganjuk AKP M Patria Pratama membenarkan pihaknya tengah memeriksa kepala SPPG Begdung 2 Nganjuk

"Iya benar," katanya singkat tanpa menjelaskan sejauh mana pemeriksaan yang dilakukan penyidik.

Hingga saat ini, pihak berwenang masih menunggu hasil uji laboratorium resmi dari sampel makanan yang diamankan oleh BBPOM Jawa Timur.

Penyelidikan bersama antara Polres Nganjuk, Polsek Nganjuk, dan dinas kesehatan dipastikan terus berjalan untuk menentukan pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Editor : SRTVRedaksi