<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
            xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
            xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
            xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
            xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
            xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"><channel>
                <title>SRTV - Sejahtera Ramadhan Televisi</title>
                <atom:link href="https://srtv.co.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
                <link>https://srtv.co.id/</link>
                <description></description>
                <lastBuildDate>Tue, 16 Jun 2026 13:38:00 +0700</lastBuildDate>
                <language>id-ID</language>
                <generator>https://srtv.co.id/</generator>
                <image>
                    <url>https://srtv.co.id/po-content/uploads/logo/logo.png</url>
                    <title>SRTV - Sejahtera Ramadhan Televisi</title>
                    <link>https://srtv.co.id/</link>
                </image><item>
                    <title><![CDATA[Menanti Mukjizat di Sisa Waktu, Tim SAR Gabungan Evaluasi Total Pencarian Santri yang Terseret Ombak di Pantai Blitar]]></title>
                    <link>https://srtv.co.id/news-10315-menanti-mukjizat-di-sisa-waktu-tim-sar-gabungan-evaluasi-total-pencarian-santri-yang-terseret-ombak-di-pantai-blitar</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://srtv.co.id/news-10315-menanti-mukjizat-di-sisa-waktu-tim-sar-gabungan-evaluasi-total-pencarian-santri-yang-terseret-ombak-di-pantai-blitar</guid>
                    <pubDate>Tue, 16 Jun 2026 13:38:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[BLITAR, SRTV.CO.ID – Proses pencarian terhadap Hr (9), santriwati asal Desa Sekoto, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri yang hilang terseret ombak di Pantai P]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>BLITAR, SRTV.CO.ID &ndash; </strong>Proses pencarian terhadap Hr (9), santriwati asal Desa Sekoto, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri yang hilang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpak kepuh, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar, masih belum membuahkan hasil hingga hari keenam.&nbsp;</p>
<p>Tim SAR gabungan kini bersiap menghadapi hari penentu pada Rabu (16/6/2026) esok, yang menandai batas akhir prosedur standar pencarian.</p>
<p>"Ya, nanti (hari ketujuh, red), evaluasi dan hasil evaluasi ditambah hari apa ditutup," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, Wahyudi, menjelaskan mekanisme prosedur jika korban belum ditemukan hingga hari ketujuh, Selasa (16/6/2026).</p>
<p>Wahyudi menambahkan bahwa pada Rabu sore (17/6/2026), tim gabungan bersama perwakilan keluarga korban akan duduk bersama untuk menentukan kelanjutan operasi SAR.&nbsp;</p>
<p><img src="https://srtv.co.id/po-content/uploads/202606/sar-blitar1.jpg" alt="Tim SAR gabungan menggelar pengarahan dan doa bersama sebelum memulai penyisiran di Pantai Pangi. (Aziz/SRTV)" width="100%" height="auto" /></p>
<p>Evaluasi ini menjadi krusial untuk memutuskan apakah operasi kemanusiaan ini akan diperpanjang atau resmi dihentikan.</p>
<p>"Mudah-mudahan ada kabar baik. Harapannya begitu," ujar Wahyudi penuh harap agar mukjizat datang di sisa waktu pencarian yang ada.</p>
<p>Hingga saat ini, upaya maksimal terus dikerahkan dengan membagi tim gabungan ke dalam tiga sektor utama.&nbsp;</p>
<p>Tim pertama bergerak di jalur perairan menggunakan perahu jungkung untuk menyisir area sekitar pantai selatan, sementara tim kedua dan ketiga menyisir jalur darat di sisi barat hingga sejauh 10 kilometer dan sisi timur sejauh 7,6 kilometer dari titik lokasi kejadian.</p>
<p><img src="https://srtv.co.id/po-content/uploads/202606/sar-blitar2.jpg" alt="Petugas menyisir sepanjang bibir pantai dan kawasan pesisir untuk mencari keberadaan santriwati yang hilang. (Aziz/SRTV)" width="100%" height="auto" /></p>
<p>Peristiwa memilukan ini bermula pada Kamis siang lalu, ketika rombongan santri yang terdiri dari 10 anak dan didampingi ustadzah mereka tiba di Pantai Pangi untuk agenda studi wisata luar kelas (outing class).&nbsp;</p>
<p>Diduga karena terlalu asyik bercengkerama di area tebing pantai, tiga santri tiba-tiba dihantam oleh ombak besar khas laut selatan.</p>
<p>Dua santri lainnya, yakni AZ (11) dan AM (10), berhasil menyelamatkan diri setelah berjuang keras berenang ke tepian dengan bantuan warga serta nelayan setempat. Sayangnya, Hr (9) langsung terseret arus bawah laut dan amblas seketika.</p>
<p>Pihak BPBD juga telah mengimbau secara luas kepada para nelayan lokal dan masyarakat pesisir untuk segera melapor ke posko terdekat atau pihak kepolisian jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban di laut.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://srtv.co.id/po-content/uploads/202606/sar-blitar.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Petugas menyisir sepanjang bibir pantai dan kawasan pesisir untuk mencari keberadaan santriwati yang hilang. (Aziz/SRTV)]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[SRTVRedaksi]]></dc:creator><category><![CDATA[Peristiwa]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Cara Cerdas Mahasiswa UIN Madura Menertawakan Kehidupan, Sindir Realitas Lewat Panggung Teater]]></title>
                    <link>https://srtv.co.id/news-10314-cara-cerdas-mahasiswa-uin-madura-menertawakan-kehidupan-sindir-realitas-lewat-panggung-teater</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://srtv.co.id/news-10314-cara-cerdas-mahasiswa-uin-madura-menertawakan-kehidupan-sindir-realitas-lewat-panggung-teater</guid>
                    <pubDate>Tue, 16 Jun 2026 13:01:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[PAMEKASAN, SRTV.CO.ID — Suasana meriah dan antusiasme tinggi mewarnai Aula Gedung Baru UIN Madura saat malam pementasan teater berlangsung. 
Ratusan penonton m]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>PAMEKASAN, SRTV.CO.ID &mdash;</strong> Suasana meriah dan antusiasme tinggi mewarnai Aula Gedung Baru UIN Madura saat malam pementasan teater berlangsung.&nbsp;</p>
<p>Ratusan penonton memadati ruangan hingga ke barisan paling belakang, terpesona oleh penampilan memukau mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia angkatan 2023 Kelas B Kelompok 2 yang membawakan lakon berjudul &ldquo;HAH&rdquo; karya sastrawan kenamaan Putu Wijaya.</p>
<p>Naskah yang dikenal memiliki gaya bahasa rumit, absurd, dan sarat kritik sosial ini berhasil dihidupkan secara matang dan menarik.&nbsp;</p>
<p>Bagi para mahasiswa semester enam tersebut, pertunjukan ini bukan sekadar tugas akhir mata kuliah, melainkan bukti nyata kedalaman pemahaman sastra serta kematangan seni peran yang telah mereka latih.</p>
<p><img src="https://srtv.co.id/po-content/uploads/202606/teater-madura1.jpg" alt="Penampilan memukau mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia angkatan 2023 Kelas B Kelompok 2 yang membawakan lakon berjudul &ldquo;HAH&rdquo; karya sastrawan kenamaan Putu Wijaya (SRTV)" width="100%" height="auto" /></p>
<p>Sejak tirai dibuka, dinamika panggung langsung terbangun. Dialog-dialog pendek dan cepat diterjemahkan menjadi tontonan yang segar, diiringi penjiwaan karakter yang kuat serta sentuhan improvisasi bernuansa lokal yang cerdas.&nbsp;</p>
<p>Hasilnya, pesan moral dan kritik sosial yang tersirat tetap tersampaikan dengan jelas, sekaligus mengundang gelak tawa dan kekaguman sepanjang pertunjukan berlangsung.&nbsp;</p>
<p>Totalitas latihan selama berminggu-minggu terbayar lunas melalui penampilan yang solid dan terkoordinasi rapi.</p>
<p>Keberhasilan ini turut mendapatkan apresiasi tinggi dari dosen pengampu serta kritikus seni yang hadir.&nbsp;</p>
<p><img src="https://srtv.co.id/po-content/uploads/202606/teater-madura2.jpg" alt="Penampilan memukau mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia angkatan 2023 Kelas B Kelompok 2 yang membawakan lakon berjudul &ldquo;HAH&rdquo; karya sastrawan kenamaan Putu Wijaya (SRTV)" width="100%" height="auto" /></p>
<p>Penampilan dinilai istimewa karena didukung lebur totalnya para pemain ke dalam peran, tata panggung dan pencahayaan yang tepat, serta kerja sama tim yang harmonis hingga setiap adegan berjalan mulus.</p>
<p>Lebih dari sekadar pertunjukan, kegiatan ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan seni dan budaya di lingkungan kampus.&nbsp;</p>
<p>Melalui teater, mahasiswa tidak hanya mengasah bakat, tetapi juga mempertajam kepekaan sosial, membangun kebersamaan, serta melatih keberanian tampil di hadapan publik.&nbsp;</p>
<p>Malam itu, mereka membuktikan bahwa karya sastra sekalipun terasa berat, tetap dapat dikemas menjadi tontonan yang seru, menghibur, dan meninggalkan makna mendalam bagi penontonnya.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://srtv.co.id/po-content/uploads/202606/teater-madura.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Penampilan memukau mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia angkatan 2023 Kelas B Kelompok 2 yang membawakan lakon berjudul “HAH” karya sastrawan kenamaan Putu Wijaya (SRTV)]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[SRTVRedaksi]]></dc:creator><category><![CDATA[Pendidikan]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Menyelami Filosofi Bulan Suro, Gerbang Introspeksi dan Momentum Tirakat, Mengendalikan Nafsu Serta Mendekat pada Ilahi]]></title>
                    <link>https://srtv.co.id/news-10313-menyelami-filosofi-bulan-suro-gerbang-introspeksi-dan-momentum-tirakat-mengendalikan-nafsu-serta-mendekat-pada-ilahi</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://srtv.co.id/news-10313-menyelami-filosofi-bulan-suro-gerbang-introspeksi-dan-momentum-tirakat-mengendalikan-nafsu-serta-mendekat-pada-ilahi</guid>
                    <pubDate>Tue, 16 Jun 2026 12:37:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[NGANJUK, SRTV.CO.ID — Bagi masyarakat Jawa, bulan Suro atau 1 Muharram bukan sekadar pergantian tahun dalam penanggalan. Bulan ini dianggap sangat sakral, s]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SRTV.CO.ID &mdash; </strong>Bagi masyarakat Jawa, bulan Suro atau 1 Muharram bukan sekadar pergantian tahun dalam penanggalan. Bulan ini dianggap sangat sakral, sarat makna spiritual, serta menjadi momen penting untuk introspeksi diri dan memperkuat hubungan dengan Sang Pencipta.</p>
<p>&nbsp;&ldquo;Bulan Suro adalah waktu keramat untuk menyucikan batin, mengendalikan hawa nafsu, serta memohon keselamatan dan keberkahan. Intinya menjadi pengingat agar selalu eling lan waspodo &mdash; ingat asal-usul, ingat Tuhan, dan waspada terhadap segala godaan,&rdquo; ujar Bopo Boniman, sesepuh sekaligus pelaku seni asal Kaloran, Ngronggot, Nganjuk, Selasa (16/6/2026).</p>
<p>Sebagai bulan yang dikeramatkan, Suro identik dengan suasana keprihatinan. Masyarakat diajak untuk menahan diri dari kesenangan duniawi yang berlebihan. Ini adalah momen krusial untuk mengendalikan hawa nafsu, mengurangi hura-hura, dan lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta melalui laku spiritual.</p>
<p>Menurut pria yang juga aktif dalam kesenian jaranan atau seni kuda lumping ini, aspek penting bagi orang Jawa di bulan ini meliputi "Bulan Prihatin" dan "Waktu Eling lan Waspodo" sebuah momentum untuk selalu ingat akan asal-usul dan Tuhan, serta waspada terhadap segala godaan dan marabahaya.</p>
<p>Momen puncak kesakralannya terjadi pada Malam 1 Suro. Secara turun-temurun, masyarakat melakukan tirakatan, berdoa, dan bermunajat sepanjang malam sebagai wujud keprihatinan dan permohonan perlindungan.</p>
<p>"Ya seperti tadi malam. Orang Jawa biasanya melakukan tirakatan (tidak tidur semalaman), berdoa, dan bermunajat," tambah Bopo Boniman mengenai tradisi kuat yang dilakukan masyarakat umum pada malam pergantian tahun tersebut.</p>
<p>Di samping ritual keagamaan dan budaya, bulan Suro juga diselimuti oleh berbagai mitos dan pantangan yang masih dipegang teguh oleh sebagian besar masyarakat.&nbsp;</p>
<p>Larangan-larangan ini dianggap sebagai bentuk penghormatan terhadap kesakralan bulan, sekaligus upaya menolak bala.</p>
<p>Bopo Boniman menjelaskan bahwa selama bulan Suro, terdapat sejumlah pantangan kuat seperti, tidak menggelar hajatan, terutama pernikahan, karena dipercaya akan membawa kesialan bagi pengantin.&nbsp;</p>
<p>"Tidak membangun atau pindah rumah, serta tidak keluar rumah pada malam 1 Suro kecuali untuk tujuan ibadah atau kegiatan spiritual." Jelasnya&nbsp;</p>
<p>Melalui perpaduan antara doa, tirakat, dan kepatuhan terhadap tradisi, bulan Suro tetap menjadi kompas spiritual bagi masyarakat Jawa untuk memulai lembaran tahun yang baru dengan hati yang bersih dan mawas diri.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://srtv.co.id/po-content/uploads/202606/boniman-srtv.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Bopo Bonimanpelaku seni asal Nganjuk, mengungkap makna sakral bulan Suro sebagai waktu eling lan waspodo. (SRTV)]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[SRTVRedaksi]]></dc:creator><category><![CDATA[Budaya]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Waspada Jam Berangkat Kerja, Pagi Hari Jadi Waktu Paling Mematikan di Jalanan Nganjuk]]></title>
                    <link>https://srtv.co.id/news-10312-waspada-jam-berangkat-kerja-pagi-hari-jadi-waktu-paling-mematikan-di-jalanan-nganjuk</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://srtv.co.id/news-10312-waspada-jam-berangkat-kerja-pagi-hari-jadi-waktu-paling-mematikan-di-jalanan-nganjuk</guid>
                    <pubDate>Tue, 16 Jun 2026 11:50:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[NGANJUK, SRTV.CO.ID — Angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Nganjuk sepanjang periode Januari hingga Mei 2026 menunjukkan tren yang memprihatinkan. 
Pihak ]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SRTV.CO.ID &mdash;</strong> Angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Nganjuk sepanjang periode Januari hingga Mei 2026 menunjukkan tren yang memprihatinkan.&nbsp;</p>
<p>Pihak kepolisian mencatat telah terjadi 706 insiden kecelakaan yang menelan total korban mencapai 1.425 orang.</p>
<p>Menariknya, mayoritas kecelakaan justru terjadi pada pagi hari antara pukul 06.00 hingga 09.00 WIB, dan seluruhnya terjadi dalam kondisi cuaca cerah.</p>
<p>Kasat Lantas Polres Nganjuk, AKP Afandy Dwi Takdir, menjelaskan bahwa mobilitas masyarakat yang tinggi di jam berangkat kerja dan sekolah menjadi salah satu pemicu utama.&nbsp;</p>
<p>"Berdasarkan rincian profesi, kelompok karyawan swasta atau BUMN menjadi korban terbanyak yang mencapai 613 orang, disusul oleh kelompok pelajar dan mahasiswa sebanyak 325 orang," ujarnya pada Selasa (16/6/2026).</p>
<p>Melihat dari pilar demografi korban, rentang usia muda dan produktif mendominasi lembar data kepolisian. Korban dari kelompok usia 18&ndash;25 tahun berada di urutan tertinggi dengan jumlah 337 orang, ditempel ketat oleh kelompok usia 36&ndash;55 tahun yang mencatat 332 orang.&nbsp;</p>
<p>Berdasarkan tingkat pendidikan, latar belakang kelulusan SLTA/SMA mendominasi mutlak dengan 1.133 orang, sementara dari aspek gender, korban laki-laki tercatat sebanyak 876 orang dan perempuan 549 orang.</p>
<p>AKP Afandy menegaskan bahwa visualisasi data ini akan menjadi cetak biru bagi jajarannya untuk memperketat pengawasan di titik-titik rawan.&nbsp;</p>
<p>"Data ini menjadi dasar perhatian pihak berwenang untuk meningkatkan pengawasan, sosialisasi keselamatan berkendara, serta penertiban arus lalu lintas guna menekan angka kejadian pada bulan-bulan berikutnya," tegasnya.</p>
<p>Sebagai penutup, pihak kepolisian meminta kesadaran penuh dari setiap elemen masyarakat guna mengikis angka fatalitas di jalan raya. Mengingat sebagian besar tragedi di aspal selalu berakar dari pengabaian aturan dasar berkendara.</p>
<p>"Kami sangat mengharapkan kerja sama dari masyarakat Kabupaten Nganjuk untuk bersama-sama menjaga dan mematuhi ketertiban berlalu lintas agar kita bisa menekan angka kecelakaan yang sudah begitu banyak menelan korban jiwa. Karena setiap kecelakaan lalu lintas hampir semua didahului oleh pelanggaran lalu lintas," pungkas AKP Afandy</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://srtv.co.id/po-content/uploads/202606/satlantas-polres-nganjuk.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Kasat Lantas Polres Nganjuk, AKP Afandy Dwi Takdir ]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[SRTVRedaksi]]></dc:creator><category><![CDATA[Peristiwa]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Genjot Produktivitas Lahan, Pak Bhabin Ngadirenggo Kawal Ketahanan Pangan ]]></title>
                    <link>https://srtv.co.id/news-10311-genjot-produktivitas-lahan-pak-bhabin-ngadirenggo-kawal-ketahanan-pangan</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://srtv.co.id/news-10311-genjot-produktivitas-lahan-pak-bhabin-ngadirenggo-kawal-ketahanan-pangan</guid>
                    <pubDate>Tue, 16 Jun 2026 10:40:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[BLITAR, SRTV.CO.ID – Langkah nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus digalakkan oleh jajaran kepolisian di tingkat desa. Di Kabupaten B]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>BLITAR, SRTV.CO.ID &ndash;</strong> Langkah nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus digalakkan oleh jajaran kepolisian di tingkat desa. Di Kabupaten Blitar, Bhabinkamtibmas (Pak Bhabin) Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi, melaksanakan kegiatan sambang dan dialogis dengan menemui langsung kelompok tani di area persawahan pada Selasa (16/6/2026).</p>
<p>&ldquo;Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat, khususnya para petani, merupakan upaya untuk mempererat komunikasi sekaligus mendukung program pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional,&rdquo; ungkap Kapolsek Wlingi, AKP Kus Hartono.</p>
<p>Kegiatan humanis ini dilakukan sebagai bentuk pendampingan dan dukungan moral dari Polri. Tujuannya agar para petani tetap memiliki semangat tinggi dalam mengelola lahan pertanian mereka, yang pada akhirnya dapat mendongkrak hasil produksi pangan di wilayah tersebut.</p>
<p>"Bhabinkamtibmas terus menjalin koordinasi dan komunikasi dengan kelompok tani untuk mengetahui berbagai kendala yang dihadapi di lapangan. Selain itu, kami juga memberikan motivasi agar produktivitas pertanian tetap terjaga,&rdquo; tambah AKP Kus Hartono menekankan pentingnya mendengarkan keluhan langsung dari bawah.</p>
<p><img src="https://srtv.co.id/po-content/uploads/202606/pak-bhabinkamtibmas2.jpg" alt="Bhabinkamtibmas Aiptu Akbar berdialog dan memberikan motivasi kepada kelompok tani di Desa Ngadirenggo, Wlingi. (Aziz/SRTV)" width="100%" height="auto" /></p>
<p>Selain fokus pada sektor pertanian, dalam kesempatan dialogis tersebut, Bhabinkamtibmas Aiptu Akbar juga memanfaatkan momen untuk menyampaikan pesan-pesan penting terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).</p>
<p>&ldquo;Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Jika situasi kondusif, aktivitas pertanian pun dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan lancar,&rdquo; tutur Aiptu Akbar di sela-sela obrolannya dengan warga.</p>
<p>Melalui kegiatan pendampingan yang intensif ini, diharapkan sinergi antara Polri dan masyarakat, khususnya sektor pertanian, semakin kuat.&nbsp;</p>
<p>Hubungan yang solid ini menjadi modal utama dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan sekaligus mendongkrak kesejahteraan para petani di Desa Ngadirenggo.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://srtv.co.id/po-content/uploads/202606/pak-bhabinkamtibmas1.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Bhabinkamtibmas Aiptu Akbar berdialog dan memberikan motivasi kepada kelompok tani di Desa Ngadirenggo, Wlingi. (Aziz/SRTV)]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[SRTVRedaksi]]></dc:creator><category><![CDATA[Berita]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Sambut 1 Suro, Ratusan Warga Bendo Gelar Tradisi Baritan di Tengah Jalan]]></title>
                    <link>https://srtv.co.id/news-10310-sambut-1-suro-ratusan-warga-bendo-gelar-tradisi-baritan-di-tengah-jalan</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://srtv.co.id/news-10310-sambut-1-suro-ratusan-warga-bendo-gelar-tradisi-baritan-di-tengah-jalan</guid>
                    <pubDate>Tue, 16 Jun 2026 10:24:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[NGANJUK, SRTV.CO.ID – Menyambut datangnya Bulan Suro, warga Dusun Bendo, Desa Demangan, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, menggelar tradisi unik b]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SRTV.CO.ID &ndash;</strong> Menyambut datangnya Bulan Suro, warga Dusun Bendo, Desa Demangan, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, menggelar tradisi unik bernama Baritan.&nbsp;</p>
<p>Ratusan warga memadati area jalan desa pada Senin sore (15/6/2026), bertepatan dengan malam 1 Suro atau 1 Muharram 1448 Hijriyah, sembari membawa ambeng wadah bungkusan berisi nasi dan aneka lauk-pauk.</p>
<p>Kepala Dusun (Kasun) Bendo, Aris Dwi Jatmiko, menegaskan bahwa tradisi ini merupakan warisan leluhur yang terus dijaga kelestariannya.</p>
<p><img src="https://srtv.co.id/po-content/uploads/202606/demangan-tanjunganom1.jpg" alt="Warga Dusun Bendo menggelar tradisi Baritan menyambut malam 1 Suro, mempererat silaturahmi dan menjaga warisan budaya leluhur. (SRTV)" width="100%" height="auto" /></p>
<p>"Baritan sudah menjadi tradisi masyarakat Dusun Bendo sejak dulu. Setiap malam 1 Suro warga berkumpul untuk berdoa bersama, memohon keselamatan, keberkahan, dan dijauhkan dari segala bala," ujar Aris saat ditemui di lokasi acara, Senin (15/6/2026).</p>
<p>Sejak pukul 16.00 WIB, warga dari berbagai usia tampak berbondong-bondong memadati lokasi. Dengan beralaskan terpal dan tikar, ratusan ambeng dikumpulkan di tengah-tengah jalan, sementara warga duduk bersila mengelilinginya dalam suasana penuh kebersamaan.&nbsp;</p>
<p>Selain sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, agenda tahunan ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antar warga.</p>
<p>Aris juga menambahkan bahwa esensi dari Baritan tidak hanya sekadar ritual, melainkan juga ruang sosial untuk memperkuat kerukunan di tengah kesibukan sehari-hari.</p>
<p><img src="https://srtv.co.id/po-content/uploads/202606/demangan-tanjunganom3.jpg" alt="Warga Dusun Bendo menggelar tradisi Baritan menyambut malam 1 Suro, mempererat silaturahmi dan menjaga warisan budaya leluhur. (SRTV)" width="100%" height="auto" /></p>
<p>"Anak-anak muda juga kami libatkan supaya tradisi ini tetap dikenal dan bisa diteruskan ke generasi berikutnya," imbuh Aris menekankan pentingnya regenerasi budaya.</p>
<p>Acara yang berlangsung khidmat ini diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh masyarakat setempat. Begitu doa usai dipanjatkan, makanan yang telah dibawa oleh masing-masing warga kemudian dibagikan secara merata untuk dinikmati bersama-sama di tempat.</p>
<p>Salah seorang warga Dusun Bendo, Suyono, mengaku tidak pernah absen dalam mengikuti ritual adat ini setiap tahunnya demi mengharapkan keberkahan hidup.</p>
<p>"Niatnya agar di Bulan Suro ini kita semua diberikan kesehatan, rezeki yang lancar, dan dijauhkan dari segala musibah," pungkas Suyono penuh harap.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://srtv.co.id/po-content/uploads/202606/demangan-tanjunganom.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Warga Dusun Bendo menggelar tradisi Baritan menyambut malam 1 Suro, mempererat silaturahmi dan menjaga warisan budaya leluhur. (SRTV)]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[SRTVRedaksi]]></dc:creator><category><![CDATA[Budaya]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Resmikan Wajah Baru Istana Gebang, Megawati Ajak Kader PDIP Serap &quot;Spirit&quot; Perjuangan Bung Karno]]></title>
                    <link>https://srtv.co.id/news-10309-resmikan-wajah-baru-istana-gebang-megawati-ajak-kader-pdip-serap-spirit-perjuangan-bung-karno</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://srtv.co.id/news-10309-resmikan-wajah-baru-istana-gebang-megawati-ajak-kader-pdip-serap-spirit-perjuangan-bung-karno</guid>
                    <pubDate>Mon, 15 Jun 2026 18:23:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[BLITAR, SRTV.CO.ID – Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, secara resmi membuka wajah baru Istana Gebang di Jalan Sultan Agung, Kota B]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>BLITAR, SRTV.CO.ID &ndash; </strong>Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, secara resmi membuka wajah baru Istana Gebang di Jalan Sultan Agung, Kota Blitar, Senin (15/6/2026).&nbsp;</p>
<p>Rumah masa kecil Sang Proklamator tersebut kini tampil lebih megah setelah melalui proses renovasi menyeluruh, lengkap dengan berdirinya sebuah patung Bung Karno yang gagah di area halaman.</p>
<p>Prosesi peresmian berlangsung dengan sangat khidmat, diawali dengan pentas seni tari tradisional hingga pidato kebangsaan dari Presiden ke-5 RI tersebut.&nbsp;</p>
<p>Di hadapan para kader dan tamu undangan yang memadati halaman, Megawati mengajak seluruh elemen untuk meresapi kembali rekam jejak perjuangan sang ayah.</p>
<p>&ldquo;Mulai dibuang hingga dipenjara dirasakan demi kemerdekaan RI,&rdquo; kenang Megawati dengan penuh emosional saat menggambarkan pengorbanan Soekarno demi meraih kemerdekaan Indonesia.</p>
<p>Peresmian ini menjadi puncak dari rangkaian kunjungan kerja Megawati di Kota Blitar. Sehari sebelumnya, ia bersama keluarga besar telah melakukan ziarah sakral ke Makam Bung Karno yang terletak di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan.&nbsp;</p>
<p>Melalui momentum ini, Megawati mengingatkan bahwa tantangan bangsa ke depan tidaklah mudah jika generasi muda melupakan sejarah.</p>
<p>&ldquo;Sebagai kader partai harus mampu meneladani,&rdquo; harapnya tegas, mengingatkan bahwa Indonesia saat ini sangat membutuhkan semangat nasionalisme tinggi seperti yang selalu diidam-idamkan oleh Soekarno agar bangsa ini tidak kembali terjajah oleh zaman.</p>
<p>Setelah menyampaikan pidatonya, Megawati menandatangani prasasti peresmian bangunan dan patung Bung Karno. Meski mengalami pemugaran besar-besaran dari area halaman hingga struktur utama, restorasi ini tetap mempertahankan konsep arsitektur kuno aslinya.</p>
<p>Daya tarik utama dari renovasi ini adalah patung Bung Karno yang dirancang khusus oleh seniman berbakat asal Jogjakarta, Gunadi. Patung tersebut dipahat dengan posisi Bung Karno sedang duduk bersila dan menghadap ke arah Selatan, memancarkan aura kebijaksanaan. Istana Gebang sendiri merupakan situs sejarah krusial tempat masa kecil Bung Karno dibesarkan bersama orang tua dan kakak kandungnya.</p>
<p>Acara bersejarah ini turut dihadiri oleh jajaran tokoh penting dan kepala daerah, di antaranya Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin, Bupati Blitar Rijanto, putra Megawati Prananda Prabowo, pengurus DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat, serta Sekjen Hasto Kristiyanto.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://srtv.co.id/po-content/uploads/202606/megawati.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Megawati Soekarnoputri meresmikan renovasi Istana Gebang dan patung Bung Karno di Kota Blitar. (Aziz/SRTV)]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[SRTVRedaksi]]></dc:creator><category><![CDATA[Politik]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Cegah Gesekan, Polres Blitar Matangkan Strategi &quot;Tactical Floor Game&quot; Jelang Suroan Agung]]></title>
                    <link>https://srtv.co.id/news-10308-cegah-gesekan-polres-blitar-matangkan-strategi-tactical-floor-game-jelang-suroan-agung</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://srtv.co.id/news-10308-cegah-gesekan-polres-blitar-matangkan-strategi-tactical-floor-game-jelang-suroan-agung</guid>
                    <pubDate>Mon, 15 Jun 2026 18:10:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[BLITAR, SRTV.CO.ID – Guna memastikan kesiapan pengamanan kegiatan 1 Syura dan Suran Agung yang akan diikuti oleh ribuan warga Persaudaraan Setia Hati Terate (]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>BLITAR, SRTV.CO.ID &ndash; </strong>Guna memastikan kesiapan pengamanan kegiatan 1 Syura dan Suran Agung yang akan diikuti oleh ribuan warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di wilayah Kabupaten Blitar, Polres Blitar menggelar simulasI khusus melalui Tactical Floor Game (TFG).&nbsp;</p>
<p>Langkah preventif ini dilakukan sebagai persiapan matang demi menjamin kondusivitas wilayah pada Senin (15/6/2026).</p>
<p>Kegiatan TFG yang berlangsung di mapolres setempat ini dipimpin langsung oleh Kapolres Blitar, AKBP Rivanda.</p>
<p>Agenda krusial ini turut dihadiri oleh para Pejabat Utama (PJU) Polres Blitar, seluruh Kapolsek jajaran, perwira pengendali, serta para Kanit jajaran Polres Blitar.</p>
<p>"Melalui simulasi TFG ini, kita memetakan secara detail setiap potensi kerawanan. Seluruh personel harus memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing agar pelaksanaan pengamanan di lapangan dapat berjalan optimal dan tanpa hambatan," ujar Kapolres Blitar, AKBP Rivanda, dalam arahannya kepada jajaran.</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, dipaparkan secara rinci mengenai pola pengamanan, pembagian tugas personel, pengaturan arus lalu lintas, hingga penentuan titik-titik penyekatan.</p>
<p>Selain itu, dibahas pula langkah antisipasi cepat terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama rangkaian tradisi tahunan tersebut berlangsung.</p>
<p>"Kita tidak boleh under estimate. Persamaan persepsi antar-unsur yang terlibat sangat penting agar tindakan di lapangan selaras, humanis, namun tetap tegas dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengamanan kepada masyarakat," tambah AKBP Rivanda menekankan pentingnya sinergi.</p>
<p>Melalui persiapan yang matang ini, Polres Blitar berkomitmen penuh untuk menjaga situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Blitar agar tetap aman, tertib, dan kondusif selama pelaksanaan kegiatan 1 Syura dan Suran Agung.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://srtv.co.id/po-content/uploads/202606/polres-blitar10.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Simulasi Tactical Floor Game Polres Blitar, persiapan matang amankan kegiatan 1 Suro dan Suroan Agung. (Aziz/SRTV)]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[SRTVRedaksi]]></dc:creator><category><![CDATA[Budaya]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Ombak Ganas Setinggi 2 Meter Hambat Pencarian Santriwati Hilang di Pantai Pangi Blitar]]></title>
                    <link>https://srtv.co.id/news-10307-ombak-ganas-setinggi-2-meter-hambat-pencarian-santriwati-hilang-di-pantai-pangi-blitar</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://srtv.co.id/news-10307-ombak-ganas-setinggi-2-meter-hambat-pencarian-santriwati-hilang-di-pantai-pangi-blitar</guid>
                    <pubDate>Mon, 15 Jun 2026 17:58:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[BLITAR, SRTV.CO.ID – Memasuki hari kelima, upaya pencarian terhadap Hr (9), seorang santriwati yang hilang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, K]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>BLITAR, SRTV.CO.ID &ndash;</strong> Memasuki hari kelima, upaya pencarian terhadap Hr (9), seorang santriwati yang hilang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar, terus digencarkan. Tim SAR gabungan hingga kini masih berjuang keras menyisir daratan dan lautan, meski harus berhadapan dengan cuaca ekstrem khas musim kemarau di pesisir selatan.</p>
<p>&ldquo;Tim gabungan sejak pagi terus bergerak ke timur dan barat dari lokasi kejadian. Bahkan, pencarian diperpanjang hingga radius 5 kilometer dari titik awal kejadian,&rdquo; ungkap Kepala Seksi Humas Polres Blitar, Aipda Muheni, Senin (15/6/2026).</p>
<p>Untuk memaksimalkan penyisiran di wilayah perairan, petugas membagi tim menjadi tiga kekuatan. Dua tim dikerahkan untuk menyisir area laut, sedangkan satu tim lainnya bergerak menyusuri jalur darat melalui tebing-tebing curam di sekitar pantai. Strategi ini diambil guna memastikan seluruh sudut yang memungkinkan keberadaan korban tidak terlewatkan.</p>
<p>&ldquo;Kami juga mengimbau kepada seluruh nelayan melalui paguyuban. Agar ketika menemukan sesuatu mencurigakan, segera melapor ke petugas,&rdquo; tambah Aipda Muheni, menjelaskan keterlibatan aktif warga lokal dan nelayan yang menggunakan perahu jungkung dalam proses pencarian ini.</p>
<p>Kendala terbesar yang dihadapi oleh tim di lapangan adalah faktor alam. Saat ini, kawasan Pantai Selatan sedang dilanda angin kencang yang identik dengan musim kemarau, memicu gelombang tinggi yang membahayakan keselamatan tim penyelamat. Petugas dituntut untuk tetap waspada dan ekstra hati-hati selama proses penyisiran berlangsung.</p>
<p>&ldquo;Ketika masa pencarian di laut, sempat berhadapan dengan keganasan ombak pantai setinggi 2 meter. Untuk diketahui, saat ini merupakan musim angin. Minta doanya agar secepatnya ditemukan,&rdquo; harap Muheni.</p>
<p>Tragedi memilukan ini bermula ketika rombongan salah satu pondok pesantren asal Desa Sekoto, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, menggelar agenda studi wisata luar kelas (outing class) pada Kamis siang lalu.&nbsp;</p>
<p>Rombongan yang terdiri dari 10 santri dan didampingi seorang ustadzah tersebut tiba di Pantai Pangi sekitar pukul 10.30 WIB. Asyik bercengkerama di tebing pantai, tiga santri tiba-tiba dihantam ombak besar yang datang mendadak.</p>
<p>Dua santri lainnya, yakni AZ (11) dan AM (10), berhasil selamat setelah berjuang keras berenang ke pinggir pantai dengan bantuan warga serta nelayan setempat.&nbsp;</p>
<p>Keduanya langsung dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Sayangnya, nasib berbeda menimpa Hr (9), yang langsung amblas tertelan ombak dan hingga kini keberadaannya masih menjadi fokus utama pencarian tim gabungan&nbsp;</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://srtv.co.id/po-content/uploads/202606/sar-gabungan7.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Tim SAR gabungan menyisir bibir Pantai Pangi Blitar, di tengah tantangan ombak setinggi 2 meter. (Aziz, SRTV)]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[SRTVRedaksi]]></dc:creator><category><![CDATA[Peristiwa]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Secercah Harapan untuk Penjual Tahu Tek, Baznas Nganjuk Siap Bedah Rumah Mbah Supriyadi]]></title>
                    <link>https://srtv.co.id/news-10306-secercah-harapan-untuk-penjual-tahu-tek-baznas-nganjuk-siap-bedah-rumah-mbah-supriyadi</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://srtv.co.id/news-10306-secercah-harapan-untuk-penjual-tahu-tek-baznas-nganjuk-siap-bedah-rumah-mbah-supriyadi</guid>
                    <pubDate>Mon, 15 Jun 2026 16:37:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[NGANJUK, SRTV.CO.ID – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Nganjuk menunjukkan kepeduliannya terhadap warga kurang mampu. Pada Senin (]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SRTV.CO.ID &ndash;</strong> Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Nganjuk menunjukkan kepeduliannya terhadap warga kurang mampu. Pada Senin (15/6/2026).</p>
<p>Baznas menerjunkan tim untuk melakukan survei lapangan langsung terhadap calon penerima program Rumah Layak Huni (Rutilahu) di Dusun Koripan, Desa Kampung Baru, Kecamatan Tanjunganom.&nbsp;</p>
<p>Objek survei kali ini adalah kediaman Mbah Anjarwati dan suaminya, Mbah Supriyadi penjual tahu Tek keliling.</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, Baznas Kabupaten Nganjuk turun langsung ke lokasi dengan didampingi oleh Kepala Desa Kampungbaru, Susilo Dwi Prastyo, serta perangkat desa setempat.</p>
<p>"Kami mengapresiasi gerak cepat Baznas Nganjuk yang bersedia meninjau langsung kondisi warga kami. Harapan kami, bantuan ini bisa segera terealisasi karena kondisi rumahnya memang sudah sangat memprihatinkan," ujar Kepala Desa Kampungbaru, Susilo Dwi Prastyo.</p>
<p>Saat melakukan peninjauan, tim melihat langsung kondisi rumah Mbah Supriyadi yang dinilai sudah tidak layak huni.&nbsp;</p>
<p>Struktur bangunannya tampak rapuh, dinding-dindingnya retak, atap seng mengalami kebocoran di berbagai titik, serta lantainya yang masih berupa tanah liat sehingga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan bagi keluarga yang tinggal di dalamnya.</p>
<p>Mbah Supriyadi sehari-hari bekerja sebagai penjual tahu tek keliling. Pendapatannya dari berjualan kini kian menentu karena sepi pembeli. Jangankan untuk memikirkan biaya perbaikan rumah, untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari pun pihak keluarga mengaku kesulitan.</p>
<p>"Hasil jualan keliling sekarang sepi pembeli. Untuk makan sehari-hari saja susah, apalagi kalau harus memperbaiki rumah yang bocor dan rapuh ini. Kami sangat berterima kasih atas kunjungan dan perhatian dari Baznas dan Pak Kades," ungkap Mbah Supriyadi dengan nada haru.</p>
<p>Kehadiran Baznas bersama pihak pemerintah desa membawa secercah harapan bagi Mbah Supriyadi yang tinggal bersama istri dan kedua anaknya tersebut.&nbsp;</p>
<p>Menanggapi kondisi kritis ini, pihak Baznas berjanji akan segera memproses bantuan perbaikan rumah setelah seluruh data survei ini rampung diverifikasi.</p>
<p>Meskipun anggaran program ini memiliki keterbatasan, pihak Baznas dan Pemerintah Desa Kampung Baru optimis pembangunan dapat berjalan lancar.&nbsp;</p>
<p>Proses renovasi nantinya direncanakan menggunakan sistem gotong royong, yang melibatkan perangkat desa serta warga sekitar demi mempercepat terwujudnya hunian yang aman dan sehat bagi keluarga Mbah Supriyadi.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://srtv.co.id/po-content/uploads/202606/rutilahu-nganjuk.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Tim Baznas Nganjuk bersama Kepala Desa Kampung Baru menyerahkan bantuan setelah survei kondisi rumah Mbah Supriyadi, penjual tahu tek keliling. (SRTV)]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[SRTVRedaksi]]></dc:creator><category><![CDATA[Sosial]]></category></item></channel></rss>