Terseret Arus di Pantai Tembles, Wisatawan Asal Polandia Ditemukan Meninggal di Pantai Yeh Kuning

Tim SAR Gabungan saat melakukan proses evakuasi jenazah korban yang terdampar di Pantai Yeh Kuning, Jembrana (Ist/SRTV)
Tim SAR Gabungan saat melakukan proses evakuasi jenazah korban yang terdampar di Pantai Yeh Kuning, Jembrana (Ist/SRTV)

JEMBRANA, SRTV.CO.ID – Upaya pencarian terhadap seorang wisatawan asing yang terseret arus di Pantai Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, akhirnya membuahkan hasil pada hari ketiga operasi SAR, Selasa (2/9/2026).

Tim SAR Gabungan menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia setelah memperluas area penyisiran melalui darat, laut, hingga udara.

"Korban berhasil kami temukan pada hari ketiga pencarian. Kondisinya sudah meninggal dunia setelah terseret arus sejak beberapa hari lalu," ujar Dewa Hendri Gunawan, selaku Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana.

Korban teridentifikasi bernama Marcin Dawid (44), seorang warga negara Polandia. Sebelumnya, informasi awal yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar sempat menyebutkan korban berwarganegara Inggris.

Namun, kepastian identitas Marcin terkonfirmasi di hari kedua pencarian sesuai dokumen kartu identitas resmi miliknya.

"Awalnya ada simpang siur informasi mengenai kewarganegaraan korban. Namun setelah kami cocokkan dengan dokumen dan kartu identitas yang ditemukan, dipastikan korban adalah WNA asal Polandia," jelas Dewa Hendri Gunawan.

Dugaan awal musibah ini bermula ketika sepeda motor serta sejumlah barang milik korban ditemukan terparkir tanpa pemilik di sekitar Pantai Tembles sejak Minggu (30/8/2026) malam.

Laporan resmi diterima petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada Senin (31/8/2026) pukul 05.55 WITA, yang menyebutkan korban tiba di lokasi pantai pada Minggu sore sekitar pukul 18.00 WITA.

"Begitu menerima laporan adanya sepeda motor dan barang-barang korban yang ditinggalkan di tepi pantai, kami langsung mengerahkan personel untuk melakukan penyisiran awal di sekitar lokasi kejadian," kata Dewa Hendri Gunawan.

Pada hari ketiga operasi, pukul 07.00 WITA, Tim SAR Gabungan menggelar briefing untuk menentukan pola serta sektor pencarian.

Pukul 07.40 WITA, tim bergerak menyisir jalur laut ke arah barat menggunakan satu unit rubber boat Basarnas berawak empat personel, disusul pemantauan udara menggunakan drone thermal.

Karena upaya hingga siang hari belum membuahkan hasil, pencarian dilanjutkan sore hari dengan menyisir garis pantai ke arah barat.

"Sempat dapat informasi dari rekan-rekan di Pantai Air Kuning, disampaikan bahwa ada penemuan mayat yang ada di pinggir Pantai Air Kuning," ungkap Dewa Hendri Gunawan.

Informasi tersebut diterima tim sekitar pukul 17.20 WITA dari warga setempat yang melihat sesosok tubuh kaku terdampar di Pantai Yeh Kuning, Jembrana sekitar 7,5 kilometer ke arah barat dari lokasi awal (Pantai Tembles).

Tubuh korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans Biddokkes Polres Jembrana menuju RSU Negara untuk penanganan medis dan proses identifikasi lebih lanjut.

"Proses evakuasi berjalan lancar berkat kerja sama tim di lapangan. Jenazah korban saat ini sudah diserahterimakan ke RSU Negara untuk proses penanganan lebih lanjut," pungkas Dewa Hendri Gunawan.

Adapun unsur SAR Gabungan yang terlibat dalam operasi pencarian ini meliputi Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, Samapta Polres Jembrana, Polsek Mendoyo, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Penyaringan, TNI AL Pos Pengambengan, Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Bali, Polair Polres Jembrana, PMI Kabupaten Jembrana, serta masyarakat setempat.

Editor : SRTVRedaksi