Jelang Idul Adha Harga Beras di Jombang Melambung, Pasar Citra Niaga Sepi Pembeli

Suasana di lapak penjual beras yang terlihat sepi pembeli akibat kenaikan harga yang signifikan (Faiz SRTV)
Suasana di lapak penjual beras yang terlihat sepi pembeli akibat kenaikan harga yang signifikan (Faiz SRTV)

JOMBANG, SRTV.CO.ID – Harga beras di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mengalami kenaikan yang sangat signifikan dalam beberapa hari terakhir. Lonjakan harga ini terasa sangat memberatkan dan membuat masyarakat serta pedagang kebingungan.

"Kondisi sekarang benar-benar luar biasa. Harga beras naik terus dari hari ke hari," ungkap Sugandi, salah satu pedagang beras di Pasar Citra Niaga. Kamis (7/5/2026)

Dari pantauan di lokasi, terlihat suasana pasar terasa sepi. Jumlah pembeli terus menurun drastis. Hal ini tak lepas dari fakta bahwa harga beras medium yang sebelumnya dijual Rp 13.000 per kilogram, kini melonjak menjadi Rp 13.600, bahkan di beberapa tempat mencapai Rp 14.000 hingga Rp 15.000.

Sementara itu, untuk jenis beras premium, harganya kini tembus Rp 14.900 hingga Rp 15.000 per kg, dari harga sebelumnya Rp 14.400.

"Kami sebagai pedagang juga bingung dan sebenarnya berat juga menjual dengan harga tinggi. Tapi mau bagaimana lagi, karena harga dari selep (penggilingan) juga ikut naik. Biaya giling dan transportasi mahal, ditambah harga gabah dari petani juga meningkat," jelas Sugandi.

Kenaikan harga ini juga diprediksi dipengaruhi oleh faktor musim yang sedang menjelang masa panen serta mendekati perayaan Hari Raya Idul Adha, sehingga permintaan meningkat sementara stok belum sepenuhnya masuk.

Dampaknya sangat terasa, volume penjualan menurun drastis. Banyak warga yang terpaksa mengurangi jumlah pembelian, bahkan ada yang mulai beralih ke makanan instan karena tidak sanggup membeli beras dalam jumlah banyak.

"Memang terasa sekali bebannya. Harga naik terus tapi penghasilan tetap saja. Harapannya sih pemerintah bisa segera turun tangan agar harga bisa kembali stabil dan terjangkau oleh kami rakyat kecil," keluh Weni Astuti, salah seorang pembeli.

Para pedagang dan masyarakat berharap ada intervensi cepat dari pemerintah agar harga kebutuhan pokok ini bisa kembali normal, sehingga tidak semakin menyulitkan kehidupan sehari-hari.

Editor : SRTVRedaksi