Tragedi Palka Beracun Kapal Hamdan 1, Tim SAR Gabungan Evakuasi Dua ABK Meninggal Dunia

Tim SAR gabungan saat melakukan proses evakuasi dua ABK yang meninggal dunia akibat gas beracun di dalam palka Kapal Hamdan 1 (Istimewa/SRTV)
Tim SAR gabungan saat melakukan proses evakuasi dua ABK yang meninggal dunia akibat gas beracun di dalam palka Kapal Hamdan 1 (Istimewa/SRTV)

SURABAYA, SRTV.CO.ID – Operasi evakuasi menegangkan terjadi di atas palka Kapal Hamdan 1 pada Sabtu (8/8/2026) dini hari.

Tim rescue Kantor SAR Kelas A Surabaya bersama unsur SAR gabungan harus berkejaran dengan bahaya demi mengeluarkannya dua Anak ABK yang gugur saat bertugas di ruang terbatas.

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya Nanang Sigit P.H. selaku SMC segera mengerahkan satu tim rescue menuju lokasi.

"Tim kemudian berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait dan melakukan asesmen untuk menentukan strategi evakuasi yang aman,” ujar Nanang Sigit

Tragedi ini bermula ketika dua ABK, Rarvan S.S. (20) dan Iwan (43), masuk ke dalam palka kapal untuk melakukan pengecekan rutin pada Jumat (7/8/2026) malam.

Sayangnya, ruang terbatas tersebut diduga kuat mengandung akumulasi gas beracun yang tak kasat mata, membuat keduanya lemas dan meninggal dunia di tempat.

"SCBA menjadi perlengkapan penting dalam operasi tersebut karena menyediakan pasokan udara mandiri bagi rescuer saat bekerja di ruang dengan kualitas udara yang berbahaya atau tidak diketahui." Ungkap Nanang Sigit

"Peralatan ini sekaligus memberikan perlindungan terhadap risiko paparan gas beracun yang tidak selalu dapat dikenali melalui indra manusia,” Imbuhnya

Untuk meminimalkan risiko bahaya, tim terlebih dahulu menyedot dan mengurangi kadar gas di dalam palka menggunakan blower.

Seorang rescuer berperlengkapan APD lengkap dan SCBA kemudian diturunkan menggunakan metode lowering demi mengikat tubuh kedua korban satu per satu.

"Kendala yang dihadapi adalah kondisi bagian dalam palka yang masih mengandung banyak gas beracun,” kata Komandan Tim Rescue Kantor SAR Kelas A Surabaya, Candra Kristyawan.

Kerja keras tim gabungan akhirnya membuahkan hasil. Jenazah Rarvan berhasil diangkat ke permukaan pada pukul 00.42 WIB, disusul jenazah Iwan 14 menit kemudian pada pukul 00.56 WIB.

Kedua korban langsung dilarikan ke RS Ibnu Sina Gresik untuk penanganan medis dan visum lebih lanjut.

Editor : SRTVRedaksi