Ratusan Sekolah di Nganjuk Direvitalisasi, Siswa Numpang Belajar di Fasilitas Desa dan KDMP

Kadisdik Nganjuk Puguh Harnoto menyampaikan pembelajaran dialihkan sementara menyusul dilaksanakannya program revitalisasi ratusan gedung sekolah di Nganjuk (Jamal/SRTV)
Kadisdik Nganjuk Puguh Harnoto menyampaikan pembelajaran dialihkan sementara menyusul dilaksanakannya program revitalisasi ratusan gedung sekolah di Nganjuk (Jamal/SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Nganjuk tengah gencar merenovasi infrastruktur satuan pendidikan mulai dari jenjang PAUD/TK, SD, hingga SMP. Pembongkaran dan pembangunan ruang kelas secara menyeluruh membuat kegiatan belajar mengajar (KBM) terpaksa dialihkan sementara ke berbagai fasilitas masyarakat serta desa.

"Saya kira tempat belajar ini di mana pun tidak ada masalah ya. Karena kami juga menyampaikan pada teman-teman bahwa kegiatan belajar itu ada yang di ruang terbuka misalnya atau mungkin di kelas selama belum ada kegiatan pembangunan," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Puguh Harnoto. Selasa (22/9/2026)

Proses pengalihan tempat belajar ini dilakukan melalui koordinasi antara pihak sekolah dengan pemangku wilayah setempat, seperti kepala desa dan perangkat desa.

Hingga kini, sudah ada dua sekolah yang tercatat menggunakan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai tempat belajar sementara, yakni satu SD di Kelurahan Ploso, Kecamatan Nganjuk, dan satu SD di Desa Kecubung, Kecamatan Pace.

"Dan anak-anak harapan kita tidak mengurangi semangat belajarnya. Jadi, di mana pun di tempat untuk belajar di situ siap untuk menerima transfer ilmu dari Bapak Ibu guru," tambahnya.

Dinas Pendidikan Nganjuk memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang membantu kelancaran proses ini, termasuk jajaran TNI.

Penggunaan fasilitas sementara tersebut diperkirakan berlangsung selama dua hingga tiga bulan ke depan hingga pembangunan fisik ruang kelas selesai dikerjakan.

"Kami tentunya menyampaikan terima kasih kepada penanggung jawab di sana mulai dari Pak Dandim, kemudian di jajaran berikutnya Pak Danramil sampai dengan Pak Babinsa yang mengawal kegiatan KDMP," ungkap Puguh.

Secara keseluruhan, terdapat sekitar 160 hingga 170 sekolah di Kabupaten Nganjuk yang disasar dalam program perbaikan infrastruktur pendidikan ini.

Beberapa sekolah sudah mulai melakukan pekerjaan fisik, sedangkan sebagian kepala sekolah lainnya masih menjalani Bimbingan Teknis (Bimtek).

"Untuk revitalisasi ini murni dari APBN ya. Jadi, APBN yang dulu dari DAK gitu ya, sekarang sistemnya atau programnya namanya revitalisasi," pungkas Puguh.

Editor : SRTVRedaksi