Gudang Rosok di TPA Paron Terbakar, Damkarmat Nganjuk Kocorkan 15 Tangki Air untuk Taklukkan Api 

Kobaran Api saat masih membakar Gudang rosok di Desa Paron, Bagor, Nganjuk (SRTV)
Kobaran Api saat masih membakar Gudang rosok di Desa Paron, Bagor, Nganjuk (SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID -Kebakaran hebat melanda bangunan gudang rosok sekaligus area tempat pembuangan akhir di Desa Paron, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, Selasa (22/9/2026).

Tumpukan material mudah terbakar seperti limbah plastik dan kardus membuat kobaran api dengan cepat membesar di lokasi kejadian.

“Karena situasinya kebakaran cukup besar, akhirnya kami minta bantuan pos yang terdekat, yaitu Pos Bantu Rejoso,” kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Nganjuk Imam Ashari.

Tim pemadam mengerahkan empat unit armada serta sedikitnya 15 tangki air untuk memadamkan kobaran api. Demi mempermudah jangkauan selang ke sumber api, petugas bahkan harus menjebol bagian pintu seng di belakang bangunan.

“Kadang atasnya sudah padam, tetapi yang bawah tetap panas. Jadi kami terus melakukan penyemprotan,” ujarnya.

Material plastik bekas dan kardus yang menumpuk tebal menjadi kendala utama karena menyimpan hawa panas di bagian dasar.

Petugas juga harus mengenakan alat bantu pernapasan khusus untuk menembus kepulan asap yang sangat pekat di dalam area gudang.

“Alat itu diperuntukkan bagi rekan-rekan yang menghadapi asap terlalu pekat, sehingga bisa masuk ke lokasi titik apinya,” jelas Imam.

Meski tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, pihak Damkarmat tetap menyiagakan personel di lokasi untuk proses pendinginan.

Langkah penanganan ekstra ketat ini diambil guna memastikan tidak ada kobaran api susulan yang membahayakan permukiman warga di sekitarnya.

“Tugas kami pemadaman. Untuk penyebabnya nanti biar teman-teman dari kepolisian yang memberikan penjelasan,” pungkasnya.

Sementara itu, pihak pemerintah desa setempat menyatakan telah memberikan imbauan kewaspadaan kepada pengelola gudang sejak seminggu sebelum musibah terjadi.

Cuaca kemarau serta tiupan angin kencang disinyalir turut mempercepat sebaran api pada tumpukan barang bekas tersebut.

“Seminggu yang lalu sebenarnya sudah kami ingatkan. Saya minta disiapkan APAR dan alat pemadam secukupnya,” kata Kepala Desa Paron Partono.

Editor : SRTVRedaksi