Sepi Pembeli Digerus Pasar Online, Pedagang Bendera Musiman di Nganjuk Tetap Bertahan

Seorang penjual merapikan bendera dan pernak-pernik merah putih yang dijajakan di pinggir jalan kawasan perkotaan Kabupaten Nganjuk (SRTV)
Seorang penjual merapikan bendera dan pernak-pernik merah putih yang dijajakan di pinggir jalan kawasan perkotaan Kabupaten Nganjuk (SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, penjual bendera dan pernak-pernik bernuansa merah putih mulai bertebaran di sejumlah ruas jalan wilayah perkotaan Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Sedikitnya ada 10 pedagang yang tersebar di titik-titik strategis wilayah perkotaan Nganjuk. Namun, suasana tahun ini terasa berbeda. 

Meski lapak-lapak telah dipenuhi beragam atribut kemerdekaan mulai dari bendera merah putih, umbul-umbul, hingga dekorasi khusus aktivitas jual beli masih terbilang sepi pembeli.

Untuk harga, pernak-pernik merah putih yang ditawarkan bervariasi tergantung ukuran dan model. "Harga yang kami patok berkisar antara Rp40 ribu hingga Rp140 ribu per jenisnya," ujar Hendrawan, salah seorang penjual bendera di lokasi. Sabtu (8/8/2026)

Lesunya penjualan diakui para pedagang lantaran terpengaruh perubahan pola belanja masyarakat yang kini beralih ke platform online. Melalui ponsel, konsumen kini lebih mudah membandingkan harga dan memilih beragam variasi produk tanpa harus keluar rumah.

Kondisi tersebut membuat persaingan terasa kian berat. Selain harus bersaing ketat dengan sesama pedagang kaki lima, mereka juga harus berhadapan dengan penjual online yang menawarkan pilihan berlimpah dengan harga relatif kompetitif.

Padahal, momentum menjelang bulan Agustus biasanya menjadi masa yang paling ditunggu untuk mendulang omzet tahunan. Para pedagang kini hanya bisa berharap penjualan akan berangsur meningkat seiring makin dekatnya tanggal 17 Agustus.

Sebagai langkah bertahan, sebagian pedagang memilih menetapkan harga terjangkau serta melengkapi pilihan model dan ukuran bendera. Hendrawan berharap, warga setempat tergerak untuk menyokong perekonomian daerah. 

"Kami sangat berharap masyarakat tetap membeli dari pedagang lokal agar momentum kemerdekaan ini juga membawa dampak ekonomi bagi pelaku usaha kecil di daerah," tuturnya.

Editor : SRTVRedaksi