NGANJUK, SRTV.CO ID – Sejumlah wilayah di Kabupaten Nganjuk mengalami pemadaman listrik berkala pada Sabtu (8/8/2026). Langkah ini diambil PT PLN (Persero) ULP Nganjuk dalam rangka pemeliharaan keandalan jaringan listrik.
Namun, durasi pemadaman yang cukup lama memicu kekhawatiran dari para pelaku usaha lokal, salah satunya pengusaha ikan koi.
"Lama sekali itu. Sampai jam 4 sore, bahaya bagi koi ku," keluh Ahmad Syarwani, pengusaha koi asal Nganjuk yang wilayahnya terdampak pemadaman.
Pemadaman listrik di wilayah Kecamatan Nganjuk terbagi dalam dua estimasi waktu, yaitu pukul 10.00–14.00 WIB dan pukul 10.00–16.00 WIB.
Beberapa titik vital dan pemukiman terdampak mulai dari area Terminal Nganjuk, perkantoran pemerintah, hingga kawasan pemukiman warga.
Pekerjaan teknis yang dilakukan meliputi pemeliharaan jaringan distribusi 20 Kv serta peningkatan sarana kelistrikan lainnya.
"Kenapa pak lama sekali nyalanya? Yang dibenahi apa?" tanya Syarwani saat mempertanyakan durasi pengerjaan.
Menanggapi keluhan masyarakat mengenai durasi pemadaman hingga enam jam tersebut, pihak manajemen PLN ULP Nganjuk memberikan penjelasannya secara langsung.
Pemadaman dilakukan untuk memastikan keselamatan petugas selama proses pengerjaan konstruksi di lapangan.
"Ada pemeliharaan dan pemasangan trafo," ungkap Yudha, Kepala PLN ULP Nganjuk.
Meskipun durasi pekerjaan diperkirakan memakan waktu hingga sore hari, pihak PLN mengupayakan agar penanganan bisa diselesaikan lebih awal dari jadwal yang ditentukan.
Pihak PLN juga mengimbau warga yang menggunakan generator set (genset) untuk memisahkannya dari instalasi PLN demi keamanan.
"Ya memang estimasi demikian, Pak. Semoga saja bisa lebih cepat," pungkas Yudha.
Editor : SRTVRedaksi