NGANJUK, SRTV.CO.ID– Bukan sekadar karnaval biasa, Pawai Budaya HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Nganjuk, Sabtu (15/8/2026), bak panggung bagi beragam kreasi seni dan budaya.
Masing-masing peserta, dari kategori SMA sederajat hingga umum, berlomba-lomba menampilkan keragaman adat budaya Nusantara. Mereka menyusuri rute pawai yang dimulai dari Stadion Anjuk Ladang, kemudian melintas di Jalan Raya Ahmad Yani, hingga garis finish di sisi selatan Alun-Alun Nganjuk.
Di tengah teriknya matahari, ribuan warga tampak antusias memadati sepanjang jalur pawai untuk menyaksikan parade budaya tersebut.
Salah satu penampilan yang mencuri perhatian adalah Riasan Tiara Kusuma dan Sekar Arum yang merupakan perkumpulan ibu-ibu perias di Kabupaten Nganjuk. Mereka tampil memukau di hadapan ribuan penonton.
Berada di nomor urut 20, Tiara Kusuma dan Sekar Arum menghadirkan kreasi budaya Mataram Kuno yang dipadukan dengan sentuhan estetika modern.
Keahlian para perias dari dua perkumpulan itu tidak hanya diwujudkan melalui tata rias, tetapi juga diterjemahkan dalam busana, aksesori, hingga pernak-pernik yang menyatu dengan konsep Mataram Kuno.
Perpaduan unsur tradisional dan sentuhan kekinian membuat penampilan mereka terlihat anggun sekaligus atraktif. Setiap detail busana dan riasan seolah menjadi bagian dari cerita yang ingin disampaikan.
Nuansa sejarah Mataram Kuno tetap terasa kuat, namun dikemas dengan kreativitas yang lebih segar sehingga mampu menjangkau selera penonton masa kini.
Tak heran, penampilan Tiara Kusuma beberapa kali mengundang sorakan dan tepuk tangan dari warga yang berjejer di sepanjang Jalan Ahmad Yani.
Ketua Tiara Kusuma, Sundari, mengatakan, keikutsertaan dalam pawai bukan sekadar untuk tampil meriah.
"Ini juga menjadi ruang bagi para ibu perias untuk menunjukkan bahwa profesi dan kreativitas mereka dapat berkontribusi dalam melestarikan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah," ujarnya.
Hal senada disampaikan Sekretaris Tiara Kusuma, Mauludatul Farida. Menurutnya, konsep Mataram Kuno dipilih dengan mempertimbangkan kekayaan sejarah dan budaya yang dimiliki Nganjuk.
"Unsur tradisional kemudian dikombinasikan dengan sentuhan modern agar penampilan lebih menarik dan mudah diterima masyarakat," ungkap Mauludatul Farida.
Perpaduan keahlian seni rias, tata busana presisi, dan penampilan anggun ampuh memikat antusiasme warga dari awal hingga akhir pawai.
"Kegiatan ini sangat positif. Melalui partisipasi ini, kami berharap Tiara Kusuma tidak hanya dikenal sebagai wadah perias profesional, tetapi juga pelestari seni dan budaya bangsa yang terus berinovasi mengikuti perkembangan zaman," tegas Yuni Gunawan, Ketua Sekar Arum.
Penampilan Tiara Kusuma dan Sekar Arum pun mendapat apresiasi langsung dari Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi. Orang nomor satu di Kabupaten Nganjuk itu menilai, Tiara Kusuma mampu mengemas unsur budaya secara menarik dalam pawai kemerdekaan.
Menurut Marhaen, kreativitas seperti itu menjadi bagian penting dalam menjaga budaya agar tetap hidup dan dekat dengan masyarakat.
“Penampilan Tiara Kusuma dan Sekar Arum sangat bagus. Kreatif, indah, dan tetap membawa nilai budaya. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Nganjuk memiliki kemampuan luar biasa untuk mengemas budaya menjadi pertunjukan yang menarik,” tandas Marhaen.
Editor : SRTVRedaksi