NGANJUK, SRTV.CO.ID — Pemerintah Kabupaten Nganjuk terus mempercepat pembangunan berbasis desa dan memperkuat perekonomian lokal melalui sinergi strategis dengan perguruan tinggi.
Langkah nyata ini diwujudkan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) bertema "Optimalisasi Pemberdayaan Masyarakat Desa Baron melalui Literasi, Kesehatan, dan Transformasi Digital" di Desa/Kecamatan Baron.
"Pemerintah Desa Baron menyambut positif hadirnya program ini sebagai bentuk dukungan nyata terhadap agenda daerah dalam mendorong kemandirian desa, efektivitas pelayanan publik, serta percepatan digitalisasi di tingkat akar rumput," ujar Kepala Dinas Kominfo Pemkab Nganjuk, Subani, Rabu (30/9/2026)
Fokus utama kolaborasi ini bertumpu pada percepatan digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pemetaan dan pendaftaran bisnis ke platform digital Google Maps.
Tim mahasiswa KKN bersama perangkat Desa Baron melakukan pendataan, verifikasi titik lokasi, hingga pembuatan profil usaha secara langsung di lapangan agar produk unggulan lokal mampu bersaing di era digital.
"Langkah ini sejalan dengan program prioritas Pemerintah Kabupaten Nganjuk dalam memperluas jangkauan pasar produk unggulan lokal," ungkap Subani.
Tidak hanya berfokus pada pilar ekonomi digital, sinergi ini juga mendukung upaya Pemkab Nganjuk dalam mewujudkan masyarakat sehat dan produktif melalui sosialisasi kebugaran fisik bagi kelompok wanita serta warga lanjut usia (lansia).
Warga dibekali edukasi pola hidup sehat serta panduan latihan fisik ringan dan senam persendian untuk membudayakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) secara mandiri.
"Sesi kesehatan ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran masyarakat desa dalam menjaga mobilitas tubuh dan membudayakan hidup sehat secara berkelanjutan," tutur Subani.
Di pilar pendidikan dan literasi, program pengabdian ini turut mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di tingkat sekolah dasar melalui program asistensi mengajar di SDN 3 Baron dan SDN 5 Baron.
Mahasiswa diterjunkan langsung membantu sekolah menghadirkan inovasi pembelajaran interaktif berbasis visual dan metode belajar sambil bermain yang terbukti meningkatkan motivasi belajar, literasi, serta numerasi dasar siswa.
"Guna mendukung komitmen Pemkab Nganjuk sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA), program ini juga dilengkapi pembekalan dan edukasi anti-bullying yang dilaksanakan secara masif melingkupi SDN 2 Baron, SDN 3 Baron, dan SDN 5 Baron," tegas Subani.
Melalui edukasi karakter ramah anak ini, para siswa diajak mempraktikkan nilai toleransi dan empati guna memastikan fasilitas pendidikan menjadi lingkungan yang aman dan bebas dari perundungan.
"Kehadiran program KKN ini menciptakan keakraban serta hubungan yang harmonis antara akademisi, pemerintah desa, dan warga," pungkas Subani.
Kebersamaan hangat terjalin antara para mahasiswa yang mengenakan seragam almamater dan rompi KKN bersama tokoh masyarakat serta warga Desa Baron selama masa pengabdian.
Editor : SRTVRedaksi