NGANJUK, SRTV.CO.ID -Kabupaten Nganjuk berhasil mencatatkan transaksi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) tertinggi se-Indonesia pada 2026. Berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Simkopdes), total nilai transaksi di Nganjuk menembus Rp15,20 miliar dari ratusan KDMP yang menjual komoditas pangan murah hingga kebutuhan petani.
Capaian ini didominasi oleh tiga komoditas utama, yaitu beras SPHP sebesar Rp 12,4 miliar (1.126.380 kemasan), minyak goreng Rp 1,9 miliar (136.932 kemasan), serta pupuk Urea N46 senilai Rp 331 juta.
Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, menyampaikan bahwa prestasi menduduki peringkat teratas nasional ini lahir dari kolaborasi yang solid di lapangan.
"Capaian tersebut tidak lepas dari kerja sama yang baik antara pihak KDMP dengan pihak-pihak penyuplai barang," ujar Bupati yang akrab disapa Kang Marhaen tersebut.
Tingginya angka transaksi ini membuktikan peran strategis kopeasi desa dalam menjangkau masyarakat secara langsung.
Keberadaan KDMP dinilai mampu menjawab kebutuhan pokok warga sekaligus menjadi garda terdepan dalam penyaluran barang-barang bersubsidi dan komoditas pangan esensial di tingkat tapak.
Menanggapi efektivitas peran jaringan koperasi ini, Kang Marhaen mengapresiasi pemanfaatan KDMP oleh para pelaku usaha lokal.
"Jadi harapan kita nanti minyak terus kemudian beras ini kan juga banyak warung-warung yang beli di Kopdes. Itu kan bagus. Termasuk yang ketiga itu pupuk. Pupuk itu juga begitu. Pupuk disalurkan lewat Kopdes itu bagus," tegasnya.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Nganjuk berkomitmen untuk terus mengoptimalkan potensi KDMP sebagai penggerak ekonomi warga.
Jaringan distribusi yang terintegrasi di tingkat desa diharapkan tidak hanya melayani pemenuhan bahan pokok rutin, tetapi juga mampu menjadi sarana pemasaran komoditas lokal antarwilayah.
Dalam memproyeksikan potensi tersebut, Kang Marhaen berharap keberadaan KDMP dapat menunjang distribusi produk unggulan daerah secara silang.
"Harapannya nanti di areal-areal misalnya saja di daerah selatan, di daerah timur yang bukan penghasil bawang merah juga bisa transaksi-transaksi bawang merah juga. Jadi penjualan silang begitu," terangnya.
Langkah ini diyakini bakal memperluas jangkauan pasar komoditas lokal seperti bawang merah, sehingga wilayah yang bukan sentra produksi tetap dapat menikmati akses pasokan secara merata dengan harga yang terjangkau.
Guna melengkapi penguatan ekonomi kerakyatan secara menyeluruh, Kang Marhaen menegaskan peran vital koperasi dalam mendorong kemandirian warga.
"Keberadaan KDMP diharapkan dapat semakin mendongkrak penjualan produk-produk UMKM dari masyarakat Kabupaten Nganjuk," pungkasnya.
Editor : SRTVRedaksi