Naik Kelas, Bupati Marhaen Minta Petani Berubah Jadi Pengusaha Berbasis Teknologi

Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi bersama jajaran Forkopimda saat meninjau stan Gelar Produk Unggulan Pertanian di halaman Pendopo KRT Sosrokoesoemo (Ist/SRTV)
Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi bersama jajaran Forkopimda saat meninjau stan Gelar Produk Unggulan Pertanian di halaman Pendopo KRT Sosrokoesoemo (Ist/SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mengajak para petani di Kabupaten Nganjuk untuk bertransformasi dari sekadar produsen hasil bumi menjadi petani pengusaha yang mampu mengelola bisnis pertanian secara modern dan menguntungkan.

Harapan besar tersebut disampaikan Kang Marhaen saat membuka Temu Wicara dan Gelar Produk Unggulan Pertanian Tingkat Kabupaten Nganjuk dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional ke-66 di Pendopo KRT Sosrokoesoemo

"Pertanian Nganjuk harus melesat, petaninya juga harus sejahtera. Kita tidak ingin petani hanya berdaya, tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan dan menjadi pengusaha di bidang pertanian," tegas Kang Marhaen. Rabu (30/9/2026)

Acara yang dihadiri oleh Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro, jajaran Forkopimda, Dinas Pertanian, BPS, BAZNAS, hingga ratusan penyuluh dan kelompok tani ini menjadi ruang dialog strategis untuk mendorong penguatan ekonomi sektor agraria di Nganjuk.

Menurut Kang Marhaen, perubahan pola pikir (mindset) menjadi modal utama agar para petani siap menghadapi tantangan zaman. Petani masa kini dituntut tak sekadar lihai dalam budidaya, melainkan juga harus cerdas mengelola modal, memperhitungkan biaya produksi, serta membaca pasar demi meningkatkan nilai jual panen.

"Sekarang bertani tidak harus selalu bekerja secara konvensional di sawah. Sudah ada drone, internet, dan teknologi pertanian lainnya. Anak-anak muda harus berani masuk, belajar, dan mengembangkan pertanian sebagai usaha yang menjanjikan," ujarnya mendorong regenerasi petani.

Lebih lanjut, politikus PDIP ini menekankan pentingnya peran penyuluh pertanian dalam memandu pengadopsian teknologi modern agar sesuai dengan karakter lahan daerah.

Selain itu, optimalisasi komoditas unggulan Nganjuk seperti bawang merah, padi, jagung, dan hortikultura harus dilakukan lewat manajemen pola tanam yang tepat.

"Kita harus dorong diversifikasi usaha, baik melalui sistem tumpangsari maupun integrasi dengan sektor peternakan sesuai potensi wilayah masing-masing agar pemanfaatan lahan jauh lebih optimal," jelas Kang Marhaen.

Pemerintah Kabupaten Nganjuk juga berkomitmen mempermudah mobilitas dan rantai pasok hasil panen dengan terus memperkuat pembangunan infrastruktur pendukung serta jalan usaha tani.

"Hasil pertanian lokal Nganjuk harus kita banggakan dan dorong agar menembus pasar yang lebih luas lewat kerja sama yang saling menguntungkan dengan mitra usaha," pungkasnya.

Melalui momentum Hari Tani Nasional ke-66 ini, Pemkab Nganjuk mematok harapan besar agar lahir wirausahawan muda di bidang agrobisnis yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing tinggi demi mewujudkan kemandirian pangan serta kesejahteraan masyarakat Nganjuk secara berkelanjutan.

Editor : SRTVRedaksi