Dinas Pendidikan Nganjuk Gelar Pelatihan Aplikasi, Perkuat Pengelolaan Lembaga Pendidikan Nonformal

Kegiatan Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk mengundang seluruh pengelola SKB dan PKBM untuk mengikuti pelatihan penggunaan aplikasi pendidikan (Istimewa/SRTV)
Kegiatan Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk mengundang seluruh pengelola SKB dan PKBM untuk mengikuti pelatihan penggunaan aplikasi pendidikan (Istimewa/SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk mengundang seluruh Kepala SKB dan PKBM se-Kabupaten Nganjuk untuk mengikuti pelatihan penggunaan aplikasi bidang pendidikan nonformal dan kesetaraan. 

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya pembinaan lembaga pendidikan nonformal tahun 2026, guna meningkatkan kualitas tata kelola dan pelayanan pendidikan bagi masyarakat.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Puguh Harnoto, menjelaskan bahwa pelatihan ini menjadi langkah strategis agar pengelola lembaga semakin terampil memanfaatkan teknologi informasi dalam setiap proses administrasi dan pelayanan pendidikan.

"Pendidikan nonformal memiliki peran sangat penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan setiap pengelola lembaga mampu mengoperasikan aplikasi pendukung dengan baik, sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin cepat, tepat, dan transparan," ujar Puguh Harnoto, Rabu (16/7/2026).

Kegiatan ini diperuntukan seluruh Kepala SKB Kabupaten Nganjuk serta Kepala PKBM se-Kabupaten Nganjuk. 

Setiap lembaga diharapkan mengirimkan perwakilan sebanyak tiga orang, yakni pimpinan lembaga, bendahara, dan operator lembaga. Kegiatan akan dilaksanakan di Aula HOS Cokroaminoto Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Jalan Dermojoyo Nomor 19 Nganjuk.

"Kami mewajibkan membawa laptop dan paket data sendiri saat pelaksanaan kegiatan. Hal ini bertujuan agar peserta dapat langsung berlatih secara mandiri dan mempraktikkan materi yang disampaikan pada saat itu juga," tegas Puguh.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjawab tantangan digitalisasi di dunia pendidikan, termasuk di jalur pendidikan nonformal dan kesetaraan. 

Dengan kemampuan penguasaan aplikasi yang mumpuni, setiap lembaga dapat menyusun laporan, merencanakan program, hingga menyajikan data pendidikan secara lebih akurat dan teratur.

Selain itu, pembinaan ini juga menjadi wujud komitmen Dinas Pendidikan Nganjuk untuk tidak membeda-bedakan perhatian antara pendidikan formal dan nonformal. 

Semua jalur pendidikan mendapatkan dukungan yang setara demi terwujudnya masyarakat Nganjuk yang cerdas dan berdaya saing.

"Kami berharap setelah mengikuti pelatihan ini, peserta dapat mengajarkan kembali ilmu yang didapatkan kepada rekan kerja di lembaga masing-masing. Sehingga manfaatnya bisa dirasakan secara menyeluruh dan berdampak nyata bagi kemajuan pendidikan di Nganjuk," pungkasnya.

Editor : SRTVRedaksi