HUT ke 20 PPDI, Momentum Pengukuhan Pengurus Kecamatan di Nganjuk dan Babak Baru Perjuangan Status Hukum

Pengukuhan pengurus PPDI Kecamatan se-Kabupaten Nganjuk di Pendopo KRT Sosrokoesoemo (Ismewa/SRTV)
Pengukuhan pengurus PPDI Kecamatan se-Kabupaten Nganjuk di Pendopo KRT Sosrokoesoemo (Ismewa/SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO ID – Momentum dua dekade berdirinya Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) menjadi babak baru bagi penguatan organisasi di tingkat akar rumput.

Bertempat di Pendopo KRT Sosrokoesoemo, Kabupaten Nganjuk, peringatan Hari Lahir PPDI ke-20 tidak sekadar menjadi seremonial belaka, melainkan panggung konsolidasi besar-besaran sekaligus pengukuhan pengurus PPDI tingkat kecamatan se-Kabupaten Nganjuk, Sabtu (11/7/2026).

Ketua PPDI Provinsi Jawa Timur, Sutoyo M. Muslih, yang hadir langsung di lokasi mengapresiasi solidnya barisan perangkat desa di Kota Bayu ini. Ia menegaskan bahwa kekuatan utama organisasi terletak pada kekompakan anggotanya dalam mengawal pembangunan daerah.

"Saya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus PPDI kecamatan yang hari ini telah dikukuhkan. Semoga mampu menjaga kekompakan, guyub, rukun, serta menjadi mitra strategis pemerintah di tingkat kecamatan maupun desa," ujar Sutoyo.

Memasuki usia ke-20, PPDI dinilai telah melewati fase kedewasaan yang menuntut profesionalisme lebih tinggi. Organisasi ini kini fokus memperjuangkan nasib anggotanya melalui jalur-jalur konstitusional yang terstruktur.

Saat ini, pengurus pusat terus menggedor pintu kebijakan di Jakarta demi memperjelas posisi hukum perangkat desa. Diplomasi intensif terus berjalan, mulai dari jajaran Kementerian Dalam Negeri hingga Kantor Staf Presiden (KSP).

"Perjuangan kita tinggal selangkah lagi. Saat ini PPDI terus berkomunikasi dengan pemerintah pusat agar perangkat desa memiliki kepastian status yang semakin kuat dalam sistem pemerintahan. Ini bukan hanya perjuangan untuk satu daerah, tetapi untuk seluruh perangkat desa di Indonesia," jelas Sutoyo penuh optimisme.

Di sisi lain, PPDI Jawa Timur juga mendorong anggotanya untuk tidak abai terhadap kesejahteraan finansial keluarga. Melalui kolaborasi strategis bersama Bank Jatim, para perangkat desa kini difasilitasi program Kredit Multiguna (KMG) untuk menyuntik modal usaha.

Namun, Sutoyo memberikan catatan keras agar fasilitas finansial ini tidak disalahgunakan untuk pemenuhan gaya hidup. Ia ingin perangkat desa jeli melihat peluang ekonomi di luar jam dinas mereka.

"KMG jangan dipakai untuk konsumtif. Gunakan sebagai modal usaha produktif sehingga mampu menambah pendapatan keluarga. Banyak contoh perangkat desa yang berhasil mengembangkan peternakan maupun usaha lain dari fasilitas tersebut," pungkasnya.

Editor : SRTVRedaksi