Langkah Hebat DMI Jatim, Cetak Dai Muda Inklusif, Gandeng Sahabat Disabilitas Kuasai Panggung Dakwah Digital

PW DMI Jawa Timur berkomitmen melahirkan generasi dai muda yang inklusif, komunikatif, dan siap berdakwah di era digital (Istimewa/SRTV)
PW DMI Jawa Timur berkomitmen melahirkan generasi dai muda yang inklusif, komunikatif, dan siap berdakwah di era digital (Istimewa/SRTV)

SURABAYA, SRTV.CO.ID – Pengurus Wilayah (PW) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Timur melakukan gebrakan luar biasa dalam mencetak generasi pendakwah masa depan. Lewat Pelatihan Retorika Dakwah Remaja Masjid, DMI Jatim merangkul remaja umum hingga sahabat disabilitas untuk bersama-sama mengasah kemampuan syiar.

"Kami berkomitmen menghadirkan dakwah yang ramah, inklusif, dan dapat diakses oleh semua kalangan, karena itu kami adakan Pelatihan Retorika Dakwah Remaja Masjid yang tahap pertama di Masjid Al-Jihad Surabaya pada 4 Juli 2026," kata Ketua Departemen Dakwah PW DMI Jatim Dr KHA Syukron Djazilan di Surabaya, Jumat.

Langkah ini menjadi ruang pembinaan nyata bagi generasi muda agar jalan dakwah terbuka bagi siapa pun tanpa terkecuali.

Saat membuka pelatihan di Al-Jihad itu, Ketua PW DMI Provinsi Jawa Timur, Dr. KH. Sujak, M.Ag, menegaskan pentingnya masjid sebagai pusat dakwah, dan perlunya kader-kader dai muda yang mampu menyampaikan pesan Islam dengan santun, menyejukkan serta menyesuaikan dengan perubahan zaman yang serba digital.

"Masjid harus menjadi rumah bersama yang memberi kesempatan kepada seluruh generasi muda untuk tumbuh dan berkontribusi dalam syiar Islam," kata Sudjak.

Sebanyak 100 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur, yang terdiri dari remaja putra, putri, serta perwakilan sahabat disabilitas, tampak antusias mengikuti jalannya acara. Untuk memastikan materi tersampaikan dengan sempurna, panitia bahkan menghadirkan Juru Bahasa Isyarat (JBI) di lokasi.

Sejumlah pakar dan akademisi seperti Dr. KHA. Syukron Jazilan, Dr. Uji Nurul Hidayati, dan Prof. Kamal Yusuf turun langsung membekali peserta. Tidak hanya teori komunikasi publik dan penyusunan materi ceramah, para peserta juga langsung ditantang praktik berpidato di atas panggung.

Suasana interaktif terasa kental saat satu per satu peserta unjuk gigi dan langsung mendapatkan evaluasi serta motivasi dari Dr. KHA. Syukron Jazilan agar tampil lebih percaya diri.

"Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya generasi pendakwah muda yang mampu menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat yang terbuka bagi semua. Kehadiran remaja Sahabat disabilitas dalam kegiatan ini menegaskan bahwa dakwah tidak mengenal sekat. Setiap pemuda memiliki kesempatan yang sama untuk menyampaikan nilai-nilai Islam yang membawa rahmat, kedamaian, dan kemaslahatan," kata Syukron.

Melalui program ini, PW DMI Jawa Timur membuktikan bahwa masjid adalah ruang publik yang ramah dan merangkul semua elemen masyarakat demi melahirkan dai muda yang moderat, cakap, dan penuh kasih sayang

Editor : SRTVRedaksi