Jejak Terakhir Gondham Sebelum KM Virgo Transport 8 Tenggelam, Status WA Jadi Kenangan Keluarga

Reporter : Taufiqur Rachman
Foto status WhatsApp terakhir Gondham Prakoso (32) ditunjukkan oleh kakak kandungnya, Dyah Puspitasari, saat ditemui di kediamannya di Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. (Saha/SRTV)

JOMBANG, SRTV.CO.ID — Sebuah status WhatsApp menjadi jejak terakhir Gondham Prakoso (32), warga Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, sebelum KM Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9/2026). Gondham merupakan ABK kapal tersebut dengan jabatan Second Officer dan hingga kini keberadaannya masih belum diketahui.

"Padahal anak saya itu tidak pernah upload status, sama sekali," ungkap sang ibu kandung, Eni Setia Rahayu, saat ditemui di kediamannya, Jumat (18/9/2026).

Ibu kandung Gondham menceritakan bahwa putranya sempat mengunggah status WhatsApp pada Sabtu (12/9/2026) malam, sehari sebelum kapal terbalik dan tenggelam.

Menurut Eni, hal tersebut terasa sangat tidak biasa bagi keluarganya karena Gondham hampir tidak pernah membagikan unggahan status di media sosial.

"Lawan badainya, lawanane dewe, wong pilot ngerti mendung ae milih rasido budal, kok koe sangar men," bunyi kalimat dalam unggahan status WhatsApp terakhir Gondham yang disimpan oleh pihak keluarga.

Unggahan dalam bahasa Jawa tersebut bermakna tentang menghadapi badai, disertai perumpamaan bahwa seorang pilot yang mengetahui cuaca mendung saja bisa memilih untuk tidak berangkat. Tak lama setelah status dibuat, situasi di atas kapal diduga mulai menggenting menjelang dini hari.

"Istrinya sudah di-WA saat masa-masa krusial kapal mau tenggelam. Sempat di-WA juga kalau ada insiden itu," ucap Eni menjelaskan komunikasi terakhir putranya.

Kabar mengenai insiden tersebut sempat disimpan oleh sang istri agar keluarga tidak panik, hingga akhirnya pihak keluarga baru mengetahui musibah itu pada Minggu pagi dari kerabat di kawasan pelabuhan.

KM Virgo Transport 8 sendiri merupakan kapal jenis penumpang/kargo Ro-Ro yang melayani rute Surabaya-Banjarmasin dan membawa ratusan orang sebelum mengalami kecelakaan.

"Harapannya anak saya bisa ditemukan dengan keadaan selamat," tutur Eni menyampaikan harapan besarnya.

Hingga kini, operasi pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan untuk menemukan para penumpang maupun awak kapal yang belum diketahui keberadaannya.

Bagi keluarga Gondham, unggahan status WhatsApp pada Sabtu malam tersebut kini menjadi jejak kenangan berharga sembari terus menanti kabar kepastian

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru