NGANJUK, SRTV.CO.ID – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Wilis mulai menunjukkan perkembangan positif. Sebaran titik api yang sebelumnya membakar lereng pegunungan kini dilaporkan sudah mulai mereda.
"Alhamdulillah untuk penanganan karhutla yang saat ini berada di kawasan Gunung Wilis, sebaran api sudah mulai mereda. Sampai dengan ini, kira-kira masih ada 4 titik. Dan saat ini sudah kami terjunkan personil termasuk teman - teman relawan, TNI-Polri, juga OPD, dan masyarakat ikut membantu. Sekarang ini lagi membuat ilaran atau sekat bakar. Jadi untuk memutus apa namanya, sebaran api itu," ujar Sutomo, Kalaksa BPBD Nganjuk.
Guna memastikan pemadaman dan pencegahan berjalan efektif, tim gabungan telah membagi kekuatan personel secara terukur di setiap lokasi rawan.
"Kurang lebih 500 personel yang kami terjunkan pada pagi hari ini," jelas Sutomo, Kalaksa BPBD Nganjuk saat dikonfirmasi mengenai jumlah tim yang berada di lapangan.
Empat titik api yang masih tersisa tersebut terdistribusi di beberapa wilayah strategis Gunung Wilis dengan penanganan di bawah komando tim masing-masing.
"4 titik itu pertama ada di titik Nangka, dengan leader Pak Bimo atau Pak Woheru. Kemudian di tim dua yaitu di Munut, dengan leader Pak Watek. Dan tim tiga itu ada di Lungur Cilik, Sadepok dengan leader Pak Rusman. Dan tim empat ada di Candi Laras dengan team leader Pak Purwanto," tutur Sutomo, Kalaksa BPBD Nganjuk.
Berdasarkan inventarisasi dan pemantauan terkini di lokasi kejadian, dampak kebakaran hutan dan lahan telah menghanguskan belasan hektar area vegetation.
"Data terakhir itu luasannya sudah mencapai 7 hektar, nggih," ungkap Sutomo, Kalaksa BPBD Nganjuk.
Meskipun medan yang dihadapi terbilang curam, kontur alam di sekitar lereng memberikan keuntungan tersendiri bagi tim pemadam kebakaran dalam melokalisasi kobaran api.
"Ya untungnya ini lerengannya banyak sungai-sungai kecil gitu jadi api semakin mengecil-mengecil. Mudah-mudahan nanti harapannya pada saat nyampe di aliran sungai tidak lompat," tambah Sutomo, Kalaksa BPBD Nganjuk.
Terkait kekhawatiran warga sekitar, BPBD memastikan bahwa pergerakan api hingga saat ini masih berjarak cukup jauh dari pemukiman penduduk.
"Oh masih cukup jauh. Harapannya ini sudah ada hawa-hawa gerimis ya, jadi api tidak berkembang," ucap Sutomo, Kalaksa BPBD Nganjuk.
Mengenai pemicu utama terjadinya kebakaran di kawasan hutan tersebut, pihak BPBD mengindikasikan bahwa perambatan api berasal dari wilayah tetangga.
"Kalau perkara sebab kami belum dapat memutuskan, apakah sebaran dari Ponorogo. Yang penting kita Fokus penangananya," pungkas Sutomo, Kalaksa BPBD Nganjuk.
Editor : SRTVRedaksi