Titik Panas Puncak Gunung Wilis Mulai Menyusut, BMKG Warning Kebakaran Belum Sepenuhnya Padam

Tangkapan Layar BMKG Stasiun Geofisika Nganjuk saat memantau perkembangan titik panas (hotspot) dan kepulan asap di kawasan Puncak Gunung Wilis (TL/SRTV)
Tangkapan Layar BMKG Stasiun Geofisika Nganjuk saat memantau perkembangan titik panas (hotspot) dan kepulan asap di kawasan Puncak Gunung Wilis (TL/SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Jumlah titik panas (hotspot) di kawasan Puncak Gunung Wilis terpantau mengalami penurunan pada Jumat (18/9/2026) pagi.

Berdasarkan hasil pantauan BMKG Stasiun Geofisika Nganjuk hingga pukul 07.30 WIB, terdeteksi 13 titik panas yang tersebar di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk sebanyak 11 titik dan Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun sebanyak 2 titik.

"Penurunan jumlah hotspot atau titik panas ini menunjukkan bahwa anomali panas yang terdeteksi oleh satelit itu mengalami penurunan," ujar Pranata Meteorologi dan Geofisika Madya BMKG Nganjuk, Setiyaris.

Meski demikian, BMKG mengingatkan agar masyarakat tidak langsung menganggap kebakaran hutan tersebut telah usai sepenuhnya.

Secara visual, kepulan asap masih nampak dari kawasan puncak Gunung Wilis walaupun tidak setebal hari sebelumnya.

"Namun, kondisi ini belum dapat diartikan bahwa kebakaran yang terjadi di Gunung Wilis ini telah padam sepenuhnya. Jadi, masih perlu diwaspadai," kata Setiyaris.

Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Nganjuk, pergerakan api saat ini berada sekitar 15 kilometer dari permukiman warga dan terletak di lereng gunung sebelah yang belum berpenduduk.

Kendati demikian, potensi rambatan api akibat embusan angin kencang tetap berisiko meluas.

"Walaupun api ada di gunung sebelah kena pengaruh dari angin bisa saja percikan api ini terbawa angin lompat ke sebelah atau karena kencangnya angin sehingga api bisa merembet ke sebelah. Jadi, semua masih serba mungkin," jelas Setiyaris.

Masyarakat yang berada di lereng Gunung Wilis, khususnya kawasan Desa Ngliman, diimbau untuk mewaspadai cuaca kering serta menghindari aktivitas pembakaran lahan maupun sampah tanpa pengawasan. Petugas juga meminta warga untuk tidak melakukan aktivitas pendakian hingga kondisi dinyatakan aman.

"Masyarakat diimbau tidak mendekati lokasi kebakaran terutama untuk kawasan hutan maupun jalur pendakian di sekitar Gunung Wilis yang terjadi kebakaran," tegas Setiyaris.

Editor : SRTVRedaksi