Atasi Karhutla Gunung Wilis, Bupati Nganjuk Siapkan Dua Skema Penanganan Darurat

Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi memberikan keterangan pers terkait upaya mitigasi dan penanganan Karhutla di lereng Gunung Wilis,Sawahan, Nganjuk (SRTV)
Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi memberikan keterangan pers terkait upaya mitigasi dan penanganan Karhutla di lereng Gunung Wilis,Sawahan, Nganjuk (SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk bergerak cepat menangani Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di kawasan lereng Gunung Wilis, Kecamatan Sawahan.

Ratusan personel dari berbagai unsur diterjunkan untuk melakukan penyisiran dan penyekatan titik api agar tidak semakin meluas.

Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, menyampaikan bahwa penanganan ini melibatkan kolaborasi lintas elemen masyarakat dan instansi keamanan.

"Kegiatan bersama-sama masyarakat semuanya. Ada yang dari Yonif, kemudian dari Polres, ada Kodim, ada BPBD, dari masyarakat yang banyak, 150. Kurang lebih diikuti 391 orang, ya," ujar Marhaen pada Jumat (18/9/2026).

Ratusan personel tersebut disiagakan dengan pembagian tugas yang terstruktur. Selain dari aparat militer dan kepolisian, elemen relawan seperti Pramuka, Satpol PP, PMI, hingga Perhutani turut ambil bagian dalam aksi tanggap darurat bencana ini.

Bupati yang akrab disapa Kang Marhaen ini menjelaskan, seluruh personel gabungan diterjunkan langsung menyisir area perbukitan.

"Alhamdulillah, total kurang lebih 391 orang. Nanti akan melakukan penyisiran ke atas, karena ada beberapa titik yang akan kita lakukan," tuturnya.

Dari hasil pemetaan awal, kebakaran yang terjadi di kawasan Gunung Wilis sisi Nganjuk disinyalir merupakan dampak perambatan api dari wilayah tetangga. Area yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 10 hektar.

Guna menanggulangi penyebaran api, Pemkab Nganjuk menyiapkan dua langkah strategis penanganan.

"Yang bisa kita lakukan ada dua, sebenarnya kebakaran di Wilis ini rembetan dari Ponorogo ternyata. Bukan dari Wilis sisi Nganjuk, tapi rembetan dari Ponorogo. Sehingga apa, kita antisipasi, ini kurang lebih sekitar 10 hektaran yang kena. Dan ada dua skema yang kita lakukan, nanti kita menggunakan strategi penyemprotan dari atas, water bombing. Nanti provinsi yang punya," jelas Kang Marhaen.

Selain mengandalkan bantuan water bombing dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, penanganan darurat di jalur darat juga dipfokuskan pada pembuatan sekat bakar secara manual.

Langkah ini memanfaatkan kondisi topografi alami lereng Wilis yang memiliki banyak sumber air dan sungai.

"Penyekatan itu biar tidak merembet. Dan alhamdulillah kita juga masih bersyukur, di Wilis ini kan banyak air terjun. Sehingga air itu bisa ini, termasuk juga ada pembatas-pembatas sungai misalnya, itu juga menguntungkan. Yang ketiga, di Nganjuk di Wilis ini alhamdulillah hijau, sehingga airnya lebih lebih banyak," paparnya.

Pasca-penanganan titik api, Pemkab Nganjuk juga berencana menggelar aksi pemulihan ekosistem melalui penanaman kembali vegetasi hutan yang ramah lingkungan dan tahan api.

Di akhir penjelasannya, Bupati Nganjuk mengapresiasi tinggi kepedulian seluruh elemen yang terlibat.

"Terima kasih pada semua yang hari ini bergotong royong melakukan mitigasi bencana berkaitan dengan kebakaran hutan di gunung Wilis ini" pungkasnya.

Editor : SRTVRedaksi