Lawan Api di Puncak Wilis, Tim Gabungan Nganjuk Diterjunkan Bikin Penyekatan Karhutla

Reporter : Ahmad Zaki Mawardi
Petugas gabungan saat melaksanakan penyekatan alur api (ilaran) untuk mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan lereng Gunung Wilis, Desa Ngliman, Sawahan, Nganjuk. (SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID - Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Wilis, Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, terus digencarkan.

Tim gabungan yang terdiri dari Polres Nganjuk, Forkopimda, BPBD, TNI, pemerintah desa, hingga relawan masyarakat diterjunkan untuk memadamkan api sekaligus membuat penyekatan jalur api (ilaran).

Apel pengerahan pasukan dipimpin langsung oleh Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi di Balai Desa Ngliman pada Jumat (18/9/2026)

Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menyampaikan bahwa pengerahan ratusan personel gabungan ini merupakan bentuk kesiapsiagaan bersama dalam mengendalikan karhutla di kawasan Gunung Wilis agar tidak merembet semakin luas.

Sebanyak 400 personel dipetakan ke dalam empat titik sasaran utama di lapangan, yakni wilayah Ngangkrok, Nunut, Candi Laras, dan Lungur Cilik.

Tim diberangkatkan sekitar pukul 08.00 WIB dengan membawa perlengkapan pemadaman serta pembekalan yang memadai guna menembus medan hutan.

"Yang paling utama adalah keselamatan personel. Kami bersama seluruh unsur terkait melakukan pemadaman dan penyekatan pada jalur-jalur api agar kebakaran tidak semakin meluas. Karena kondisi di kawasan hutan dan faktor angin harus terus kami waspadai," ujar Kapolres Nganjuk.

Berdasarkan pemantauan titik panas (hotspot) pada Jumat pagi, terdeteksi 13 titik di kawasan Puncak Gunung Wilis. Sebanyak 11 titik berada di wilayah Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Nganjuk, sedangkan dua titik lainnya masuk wilayah Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun.

Angka ini menunjukkan penurunan dibanding hari sebelumnya yang mencapai 27 titik, meski kepulan asap tebal masih membubung di area puncak.

"Kondisi angin menjadi salah satu faktor yang terus diperhatikan oleh petugas karena perubahan arah maupun peningkatan kecepatannya dapat memengaruhi pergerakan asap dan penyebaran api," kata AKBP Suria Miftah Irawan.

Kondisi cuaca di lokasi dilaporkan berkabut (haze) dengan suhu udara sekitar 22 derajat Celsius, kelembapan 75 persen, serta embusan angin dari arah tenggara berkecepatan hingga 15 km/jam.

Kondisi medan dan vegetasi kering membuat petugas harus ekstra hati-hati selama proses pemadaman berlangsung.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati lokasi kebakaran, terutama kawasan hutan dan jalur pendakian di sekitar Gunung Wilis. Jika melihat api atau kepulan asap yang semakin meluas, segera laporkan kepada petugas dan ikuti arahan resmi dari pihak berwenang," tegas Kapolres Nganjuk.

Hingga saat ini, proses pemadaman dan pembuatan ilaran masih terus berlangsung secara kondusif dengan prioritas utama menjaga keselamatan personel serta warga di sekitar lereng Gunung Wilis.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru