NGANJUK, SRTV.CO.ID -Kebakaran hutan di kawasan Lereng Gunung Wilis, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, kian meluas. Hingga Kamis, 17 September 2026, luasan lahan yang terbakar tercatat telah mencapai dua hektar. Pergerakan si jago merah dinilai cukup cepat akibat hembusan angin kencang di lokasi kejadian.
"Hingga saat ini, titik api masih merambat di area Hutan 1 Petak 23. Jika kemarin jaraknya masih sekitar 15 kilometer, hari ini jarak pergerakan api ke pemukiman penduduk tersisa sekitar 10 kilometer," ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Nganjuk, Purwo Hadi Setyo Wicaksono.
Pemerintah Kabupaten Nganjuk bergerak cepat merespons kondisi tersebut. Tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) disiagakan penuh di Posko Watu Lawang, sementara jajaran Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) disiagakan di Posko Balai Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan.
"Malam ini tim BPBD terus melakukan pemantauan pergerakan api secara intensif, baik pengamatan manual di lapangan maupun memantau menerus lewat titik panas satelit," kata Purwo Hadi Setyo Wicaksono.
Upaya penanganan dilaporkan terus disiapkan secara terukur. Petugas gabungan berencana menerjunkan personel tambahan untuk melakukan lokalisasi area agar kobaran api tidak makin membesar dan mengancam pemukiman warga sekitar.
"Rencananya besok kami akan segera melakukan tindakan teknis berupa penyekatan api di titik-titik rawan, supaya perembetan tidak makin meluas dan terisolasi dari kawasan pemukiman warga," tutur Purwo Hadi Setyo Wicaksono.
Saat ini warga mengimbau agar tetap tenang namun waspada, sementara seluruh personel tanggap darurat tetap bersiap di posko masing-masing hingga situasi benar-benar terkendali.
Editor : SRTVRedaksi