NGANJUK, SRTV.CO.ID - Tim Satresnarkoba Polres Nganjuk kembali menorehkan prestasi dalam memberantas peredaran gelap narkotika dan obat keras berbahaya melalui Operasi Non TO Tumpas Semeru 2026.
Dalam operasi tersebut, petugas berhasil membekuk tiga terduga pelaku di lokasi berbeda di Kabupaten Nganjuk dengan menyita barang bukti berupa 0,9 gram sabu dan 1.244 butir pil dobel L.
“Pengungkapan ini adalah wujud langkah cepat dan berkesinambungan petugas di lapangan dalam memburu para pelaku tindak pidana narkotika,” tegas AKP Hafid Dian Maulidi, mewakili Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan. Selasa (18/8/2026)
Penangkapan bermula di Kecamatan Loceret dengan mengamankan dua pemuda berinisial AS (20) dan MR (18). Dari lokasi ini, petugas menyita 0,18 gram sabu, pipet kaca berisi sisa sabu, bong, 206 butir pil dobel L, dua unit ponsel, serta satu unit sepeda motor Honda Beat.
“Dari pengungkapan awal di Loceret, petugas langsung bergerak cepat melakukan penggeledahan lanjutan di kamar kos salah satu tersangka di Kecamatan Berbek dan berhasil menambah barang bukti berupa 106 butir pil dobel L,” ungkap AKP Hafid Dian Maulidi.
Pengembangan kasus berlanjut ke kediaman terduga pelaku ketiga berinisial DA (26) di Kecamatan Sukomoro. Di tempat ini, polisi mengamankan barang bukti yang lebih besar, meliputi 0,72 gram sabu, 1.038 butir pil dobel L, sekop plastik, plastik klip, uang tunai Rp400 ribu, satu unit ponsel, dan satu unit sepeda motor.
“Dari pengungkapan awal, petugas terus melakukan pengembangan hingga berhasil mengamankan pelaku berikutnya beserta barang bukti sabu dan ribuan pil dobel L. Kami masih mengembangkan perkara ini untuk mengungkap jaringan lainnya yang lebih luas,” jelas AKP Hafid Dian Maulidi.
Kini ketiga pelaku berinisial AS, MR, dan DA mendekam di sel tahanan Polres Nganjuk untuk menjalani pemeriksaan hukum lebih lanjut.
“Kami tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi para pengedar narkotika maupun obat keras berbahaya di wilayah hukum Polres Nganjuk. Pengungkapan ini akan terus kami kembangkan untuk membongkar jaringan hingga ke level pemasoknya, dan sejumlah nama yang masuk DPO kini tengah dalam pengejaran intensif,” pungkas AKP Hafid Dian Maulidi
Editor : SRTVRedaksi