Helikopter Basarnas Gempur Jalur Udara dan Darat, 2 Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan

Tim SAR Gabungan mengevakuasi korban KM Virgo Transport 8 menuju fasilitas kesehatan di Banjarmasin (Ist/SRTV)
Tim SAR Gabungan mengevakuasi korban KM Virgo Transport 8 menuju fasilitas kesehatan di Banjarmasin (Ist/SRTV)

BANJARMASIN, SRTV.CO.ID — Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap insiden kecelakaan kapal KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa terus membuahkan hasil.

Tim SAR Gabungan melalui Search and Rescue Unit (SRU) Darat kembali menemukan dua korban tambahan hingga Jumat (2/10/2026) pukul 08.00 WITA.

"Penemuan dua korban terbaru ini merupakan hasil kerja keras penyisiran jalur darat oleh tim gabungan yang tiada henti mendata dan bergerak di lapangan," ujar Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii.

Pencarian yang dilakukan di wilayah pesisir dan perairan oleh Kantor SAR Palangka Raya sebelumnya juga telah membuahkan hasil pada Rabu (30/9/2026) dengan ditemukannya empat korban.

"Koordinasi intensif antara Kantor SAR Palangka Raya dan Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin menjadi kunci utama agar seluruh laporan penemuan korban di pesisir dapat terpantau dengan akurat," kata Mohammad Syafii.

Total enam korban yang berhasil ditemukan dalam penyisiran pesisir belakangan ini langsung dievakuasi ke fasilitas kesehatan guna menjalani proses identifikasi oleh tim medis.

"Khusus enam korban yang dievakuasi pada Jumat pagi, proses mobilitas menuju Banjarmasin dilakukan secara cepat menggunakan helikopter Basarnas HR-3604 untuk percepatan penanganan medis serta identifikasi," jelas Mohammad Syafii.

Dengan bertambahnya penemuan tersebut, akumulasi korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang telah berhasil ditemukan mencapai 188 orang dari total 243 penumpang yang tercatat di dalam manifes kapal.

"Dari 188 korban yang ditemukan, rinciannya mencakup 108 orang selamat dan 80 orang meninggal dunia. Saat ini fokus kami adalah melacak keberadaan 55 korban lainnya yang masih dinyatakan hilang," tegas Mohammad Syafii.

Operasi SAR masih digencarkan secara maksimal dengan menyatukan seluruh sumber daya, baik unsur penyisiran armada laut maupun pergerakan personil darat.

"Kami mengoptimalkan seluruh sarana laut dan udara yang ada. Namun, keselamatan seluruh personel SAR yang bertugas di medan penyisiran tetap menjadi prioritas utama kami dalam operasi ini," ungkap Mohammad Syafii.

Editor : SRTVRedaksi