Pasokan Air Dam Baduk Mampet, BBWS Brantas Bergerak Sedot Air untuk Petani

Dam Baduk di Desa Malangsari, Kecamatan Tanjunganom, yang menjadi tumpuan aliran irigasi bagi kawasan pertanian hingga Dusun Codot, Kepanjen, Pace (SRTV)
Dam Baduk di Desa Malangsari, Kecamatan Tanjunganom, yang menjadi tumpuan aliran irigasi bagi kawasan pertanian hingga Dusun Codot, Kepanjen, Pace (SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID - Kabar lega akhirnya menghampiri para petani di Dusun Codot, Desa Kepanjen, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk. Keluhan mengenai tidak sampainya aliran air irigasi dari Dam Baduk kini mulai menemui titik terang setelah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas melakukan survei langsung ke lokasi.

"Kemarin, pihak BBWS Brantas telah survei lokasi dan memberikan solusi. Hari ini BBWS Brantas akan membawa pompa air, untuk menyedot air dari bawah Dam Baduk dan dialirkan menuju saluran sekunder di Codot," ungkap Kepala UPTD PSDA Bodor Pace, Genot Pramono. Jumat (2/10/2026)

Sebelumnya, air irigasi dari aliran Sungai Kedungsuko melalui Dam Baduk tidak kunjung mengalir ke lahan pertanian Dusun Codot, padahal mereka memiliki jatah aliran hingga 30 jam per minggu.

Kondisi ini memaksa para petani yang sedang berada pada Musim Tanam (MT) 3 padi harus merogoh kocek lebih dalam untuk membiayai operasional pengairan mandiri.

"Bila jatah giliran bawah, yang atas ya jangan mencuri air giliran, begitu pula sebaliknya. Jika para petani taat, air akan sampai saat giliran," urai Genot menegaskan pentingnya kedisiplinan para petani dalam mematuhi sistem giliran air agar distribusi merata.

Masalah keterbatasan debit air ini kian diperparah oleh oknum yang membuat sudetan secara mandiri di sepanjang jalur irigasi.

Tindakan tidak tertib tersebut dinilai sangat merugikan pihak lain karena memotong pasokan air yang seharusnya terdistribusi secara adil.

"Tindakan ini bisa mengurangi debit air yang seharusnya bisa dinikmati petani yang ada di area tersebut," imbuh Genot sembari mengimbau seluruh petani agar saling menjaga ketertiban aliran irigasi bersama.

Diharapkan dengan diterjunkannya mesin pompa air dari BBWS Brantas serta kesadaran kolektif para petani dalam menaati jadwal giliran air, masalah krisis irigasi di Dusun Codot dapat terselesaikan secara berkelanjutan.

Editor : SRTVRedaksi