Jumlah Jamaah Haji Jember 2026 Bertambah Jadi 2.960 Orang, Masa Tunggu Kini Tembus 26 Tahun

Jamaah haji yang berangkat ibadah tahun 2026 (Angga Juli)
Jamaah haji yang berangkat ibadah tahun 2026 (Angga Juli)

 

JEMBER,SRTV.CO.ID - Pergerakan jumlah calon jamaah haji asal Kabupaten Jember menjelang musim keberangkatan 2026 masih terus terjadi. Berdasarkan data terbaru, total jamaah yang akan diberangkatkan tahun ini bertambah menjadi 2.960 orang dari sebelumnya sebanyak 2.956 jamaah.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jember, Nur Sholeh, menjelaskan perubahan jumlah tersebut merupakan kondisi yang lazim terjadi sebelum penetapan akhir keberangkatan jamaah haji.

Menurut dia, angka keberangkatan masih sangat mungkin berubah hingga mendekati penutupan proses penetapan kloter. “Masih sangat mungkin berubah. Biasanya pergerakan itu terjadi sampai mendekati masa akhir penetapan,” ujar Nur Sholeh, Senin (11/5/2026) sore.

Ia menerangkan, sistem pemberangkatan haji tidak hanya mengacu pada kuota kabupaten semata, melainkan juga terhubung dengan kuota tingkat provinsi. Untuk Provinsi Jawa Timur, kuota jamaah haji mencapai puluhan ribu orang dan proses pengisiannya berlangsung secara dinamis.

Nur Sholeh menuturkan, apabila ada calon jamaah yang batal berangkat karena meninggal dunia, kondisi kesehatan, ataupun alasan lain, maka posisi tersebut akan diisi oleh jamaah cadangan yang telah masuk daftar tunggu.

Pergantian itu, lanjutnya, terus berlangsung hingga mendekati tahap akhir pemberangkatan atau penutupan kelompok terbang (kloter). 

“Ini seperti siklus. Ada yang keluar, ada yang masuk. Itu yang membuat angka terus bergerak,” katanya.

Antrean Haji Jember Capai 26 Tahun

Di sisi lain, masa tunggu keberangkatan haji di Kabupaten Jember kini semakin panjang. Rata-rata waktu tunggu calon jamaah haji saat ini mencapai sekitar 26 tahun.

Nur Sholeh menyebut lamanya antrean tersebut menjadi gambaran tingginya minat masyarakat untuk menunaikan ibadah haji dari tahun ke tahun. 

“Kalau daftar sekarang, estimasinya sekitar 26 tahun baru berangkat,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, jamaah yang diberangkatkan pada musim haji tahun ini sebagian besar merupakan pendaftar sekitar tahun 2012. Saat itu, masa tunggu keberangkatan masih berada di kisaran 14 tahun.

Dalam kurun lebih dari satu dekade, antrean keberangkatan haji di Jember mengalami peningkatan hampir dua kali lipat. Kondisi tersebut dipicu oleh lonjakan jumlah pendaftar pada masa lalu.

Menurut Nur Sholeh, salah satu faktor utama yang menyebabkan membludaknya antrean ialah tingginya jumlah pendaftar ketika program talangan haji masih banyak digunakan masyarakat.

Pada periode tersebut, calon jamaah memperoleh kemudahan pembiayaan untuk mendaftar haji sehingga jumlah pendaftar melonjak tajam dalam waktu relatif singkat. 

“Waktu itu bisa 6 sampai 7 ribu pendaftar dalam setahun, khusus Jember saja,” tuturnya.

Ia membandingkan dengan kondisi saat ini, di mana jumlah pendaftar haji di Jember rata-rata berada di angka sekitar 3 ribu orang setiap tahun. Meskipun jumlahnya lebih rendah dibanding masa lalu, antrean panjang yang terbentuk sebelumnya masih belum sepenuhnya terurai.

Akumulasi antrean itu membuat daftar tunggu keberangkatan haji terus membengkak hingga puluhan tahun mendatang. Kendati demikian, Nur Sholeh menegaskan masa tunggu tersebut tetap dapat berubah mengikuti kondisi kuota dan jumlah jamaah yang batal berangkat.

Menurutnya, antrean bisa bergerak lebih cepat apabila terdapat tambahan kuota keberangkatan atau banyak jamaah yang mengundurkan diri. Namun sebaliknya, masa tunggu juga berpotensi semakin panjang apabila tidak ada perubahan signifikan pada kuota pemberangkatan. 

“Sebaliknya juga antrean itu bisa semakin panjang jika tidak ada perubahan signifikan,” sambungnya.

Fenomena panjangnya antrean haji ini menunjukkan bahwa kebijakan pembiayaan di masa lalu memiliki dampak jangka panjang terhadap sistem keberangkatan jamaah. 

Program kemudahan pembiayaan yang sempat mendorong lonjakan pendaftar ternyata turut membentuk daftar tunggu hingga puluhan tahun.

Kini, bagi masyarakat yang mendaftarkan diri untuk berhaji, proses tersebut bukan hanya sekadar persiapan perjalanan spiritual. Ibadah haji juga menjadi bagian dari perencanaan jangka panjang yang membutuhkan kesabaran serta penantian bertahun-tahun sebelum akhirnya dapat berangkat ke Tanah Suci.

Editor : SRTVRedaksi