NGANJUK, SRTV.CO.ID – Musim kemarau mulai mencengkeram Kabupaten Nganjuk. Memasuki bulan Juli, hembusan angin kencang khas "Kota Angin" sudah mulai terasa, membawa potensi ancaman nyata. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk mencatat ada empat kecamatan yang berpotensi masuk dalam wilayah darurat kekeringan tahun ini.
Empat wilayah yang kini dalam radar pengawasan ketat tersebut meliputi Kecamatan Ngluyu, Lengkong, Jatikalen, dan Pace. Untuk memastikan warga tidak sampai kesulitan mendapatkan air bersih, pihak BPBD bergerak cepat dengan menyiapkan langkah antisipasi.
"Untuk mengantisipasi dampak kekeringan agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat, BPBD Kabupaten Nganjuk telah menyiapkan dua strategi utama," ungkap Kepala BPBD Kabupaten Nganjuk, Sutomo, saat dikonfirmasi pada Jumat (3/7/2026).
Strategi pertama yang diterapkan adalah mitigasi struktural dan pemetaan. BPBD telah menyelesaikan asesmen langsung di lapangan serta menetapkan Surat Keputusan (SK) Kesiapsiagaan Darurat Kekeringan. Langkah ini diambil agar titik-titik krusial yang paling membutuhkan bantuan bisa dipetakan dengan akurat sejak awal.
Sementara itu, strategi kedua berfokus pada penanganan langsung di lapangan melalui penguatan logistik.
"Kami juga memperkuat kesiapan logistik air bersih dengan menyiagakan armada truk tangki air. Juga tandon air darurat (toren), serta jirigen yang siap dimobilisasi kapan saja, apabila laporan kekeringan mulai masuk dari desa-desa terdampak," jelas Sutomo menambahkan.
Sutomo menegaskan bahwa seluruh rangkaian persiapan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah agar kebutuhan paling mendasar masyarakat, yakni air bersih, tetap terpenuhi dengan baik selama musim kemarau berlangsung.
Selain ancaman krisis air, masyarakat Nganjuk juga diimbau untuk mewaspadai dampak lain dari cuaca ekstrem ini. Pasalnya, hembusan angin yang diprediksi akan mencapai puncaknya pada bulan Agustus mendatang sudah mulai memicu risiko pohon tumbang.
Perubahan suhu yang drastis di bulan Juli ini juga mulai membuat sebagian warga terserang penyakit musiman seperti demam dan flu.
Editor : SRTVRedaksi