Saleha & JOS Hadir! Pemprov Jatim Buka Pintu Lebar Investasi di Nganjuk

Pemprov mendukung penuh iklim investasi di Nganjuk, terutama melalui program Saleha (Sarana Layanan Harapan) dan KLIK (Klinik Investasi Keliling)
Pemprov mendukung penuh iklim investasi di Nganjuk, terutama melalui program Saleha (Sarana Layanan Harapan) dan KLIK (Klinik Investasi Keliling)

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Kegiatan Promosi Investasi dan Pelayanan Publik yang digelar Pemkab Nganjuk mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Posisi Nganjuk dinilai sangat strategis sebagai bagian dari Klaster Selingkar Wilis yang fokus pada pengembangan agroindustri dan agropolitan.

"Pemprov mendukung penuh Pemkab Nganjuk, terutama melalui program Saleha (Sarana Layanan Harapan) dan KLIK (Klinik Investasi Keliling). Kami hadir untuk memastikan tidak ada hambatan bagi investor, mulai dari pencarian lahan hingga fasilitasi joint venture dengan pengusaha lokal," ujar Didik Setiawan dari DPMPTSP Provinsi Jatim, Selasa (14/4/2026).

Didik juga menegaskan komitmen Pemprov dalam menjamin iklim usaha yang kondusif. Melalui deklarasi bersama Kapolda Jatim, pihaknya menindak tegas segala bentuk premanisme demi kenyamanan berbisnis. Ia pun mendorong percepatan realisasi Kawasan Industri Nganjuk (King) sebagai Proyek Strategis Nasional.

"Ibu Gubernur bersama Kapolda Jatim telah mendeklarasikan jaminan keamanan bagi pelaku usaha. Segala bentuk premanisme akan ditindak tegas agar investor merasa nyaman di Jawa Timur, khususnya di Nganjuk," tegasnya.

Di sisi lain, perlindungan tenaga kerja menjadi perhatian utama agar investasi berjalan berimbang. Kepala BPJS Ketenagakerjaan Nganjuk, Tri Boeana Widayanti KR, memaparkan manfaat program jaminan sosial yang sangat terjangkau namun memberikan perlindungan maksimal.

"BPJS Ketenagakerjaan adalah solusi bagi pengusaha. Dengan iuran mulai dari Rp13.800, pekerja sudah mendapatkan perlindungan Kecelakaan Kerja dan Kematian. Jika terjadi kecelakaan, biaya pengobatan ditanggung tanpa batas," jelasnya.

Hingga April 2026, tercatat sebanyak 4.623 klaim telah dibayarkan dengan total nilai mencapai Rp43 Miliar. Hal ini membuktikan komitmen lembaga dalam menjaga kesejahteraan pekerja yang berdampak langsung pada produktivitas perusahaan.

"Manfaat yang kami berikan sangat nyata. Bahkan, jika pekerja tidak mampu bekerja sementara waktu, upahnya akan kami ganti 100% selama satu tahun pertama," pungkasnya.

Untuk memudahkan perizinan, Pemprov Jatim juga telah menghadirkan portal JOS (Jatim Online Single Submission) yang bisa diakses via Android, melengkapi sistem OSS yang sudah berjalan. Semua ini dilakukan demi memastikan Nganjuk siap menjadi tujuan utama relokasi industri yang aman, legal, dan sejahtera.

Editor : SRTVRedaksi