Cuaca Ekstrem, Pohon Asem Tumbang Timpa Dua Rumah di Sukomoro

Petugas BPBD Nganjuk melakukan evakuasi pohon tumbang yang menimpa rumah warga di Sukomoro
Petugas BPBD Nganjuk melakukan evakuasi pohon tumbang yang menimpa rumah warga di Sukomoro

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Hujan deras yang disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Nganjuk, khususnya di Kelurahan Sukomoro, Kecamatan Sukomoro, pada Sabtu (11/4/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Akibat cuaca ekstrem tersebut, sebuah pohon asem dengan diameter sekitar 1 meter tumbang dan menimpa bangunan milik warga setempat.

"Keterangan warga pohon itu jatuh tepat menimpa bagian dapur rumah Ibu Dwi Sriani dan garasi rumah Ibu Sriani," jelas Sutomo, Kalaksa BPBD Kabupaten Nganjuk. Minggu (12/4/2026)

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kedua rumah mengalami kerusakan pada atap dan rangka bangunan. 

Kejadian ini tentu mengejutkan warga sekitar karena pohon tersebut sudah cukup lama berdiri dan menjadi penanda wilayah setempat, namun kekuatan angin yang bertiup sangat kencang membuat pohon tersebut tidak kuat menahan beban hingga akhirnya roboh.

"Berdasarkan hasil asesmen tim kami, kejadian ini dipicu oleh dua faktor utama, yaitu hujan deras disertai angin kencang serta kondisi akar pohon yang sudah lapuk dan tidak lagi kuat menopang batang pohon," ungkap Sutomo.

Tim BPBD Nganjuk langsung bergerak cepat bersama unsur terkait melakukan evakuasi menggunakan peralatan khusus agar tidak menimbulkan kerusakan lebih lanjut. Selain itu, tim juga mendistribusikan bantuan logistik kepada warga yang terdampak untuk membantu meringankan beban mereka.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih bisa terjadi," tambah Sutomo.

Pihaknya juga menyarankan warga untuk selalu memperhatikan kondisi pohon di sekitar permukiman. Jika terlihat tanda-tanda pohon sudah tua, akar lapuk, atau berpotensi tumbang, sebaiknya segera melapor kepada pihak berwenang agar dapat dilakukan penanganan lebih lanjut dan mencegah terjadinya kejadian serupa di masa mendatang.

Editor : SRTVRedaksi