Dampak OTT KPK, Pendopo Tulungagung Tutup, Warga Kecewa Tak Bisa Lihat Kebun Binatang

Tutup : Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso tutup saat kegiatan Car Free Day (CFD)
Tutup : Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso tutup saat kegiatan Car Free Day (CFD)

TULUNGAGUNG, SRTV.CO.ID – Efek dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, kini mulai terasa langsung oleh masyarakat. Salah satunya adalah ditutupnya area Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso saat kegiatan Car Free Day (CFD) pada Minggu (12/4/2026), sehingga warga tidak bisa mengakses kebun binatang mini yang biasa menjadi daya tarik utama.

"Kami memang sering datang kesini (Pendopo). Biasanya pukul 08.00 WIB sudah dibuka, tetapi ini jam 09.00 WIB masih tertutup," keluh Bagus, warga Desa Pecuk Kecamatan Pakel, saat ditemui di lokasi.

Menurut keterangan warga, kondisi ini sangat berbeda dari biasanya. Di hari-hari sebelumnya, area pendopo selalu terbuka untuk umum sejak pagi dan menjadi tempat favorit keluarga untuk berwisata sambil berolahraga. Namun kali ini, gerbang utama tertutup rapat tanpa adanya pemberitahuan atau pengumuman resmi mengenai alasan penutupan tersebut.

“Kami sebagai masyarakat berharap ini jadi titik balik supaya pemerintahan ke depan lebih baik. Apalagi masih banyak keluhan, terutama soal infrastruktur jalan di desa kami yang kondisinya masih kurang baik," tambahnya menyampaikan harapannya di tengah situasi yang sedang terjadi.

Meski sudah berupaya menghubungi pihak terkait, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Satpol PP Tulungagung selaku pihak yang biasanya mengatur akses masuk ke area tersebut. Penutupan ini dinilai merugikan karena banyak warga yang datang jauh-jauh khusus untuk melihat satwa di kebun binatang mini tersebut.

Sebagai informasi, kasus ini bermula ketika KPK menetapkan Gatut Sunu Wibowo dan ajudannya sebagai tersangka kasus pemerasan. Dalam pengusutannya, terungkap bahwa Bupati menargetkan uang hingga Rp 5 miliar dari 16 OPD, dan berhasil mengamankan Rp 2,7 miliar sebelum akhirnya diamankan tim KPK pada Jumat (10/4/2026) lalu.

Editor : SRTVRedaksi