Pemda Gelar Rangkaian Prosesi Adat dan Upacara Kenegaraan

HUT Nganjuk ke 1.089 : Momen refleksi untuk mengenang sejarah panjang perjalanan Nganjuk
HUT Nganjuk ke 1.089 : Momen refleksi untuk mengenang sejarah panjang perjalanan Nganjuk

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Kabupaten Nganjuk kembali memperingati hari jadinya yang ke-1089 pada Jumat, 10 April 2026. Berbagai rangkaian kegiatan sakral dan kenegaraan disusun rapi untuk menghormati sejarah serta memupuk rasa cinta tanah air di kalangan masyarakat dan aparatur pemerintah. 

Rangkaian acara dimulai sejak dini hari dengan pelaksanaan Sidang Paripurna Istimewa yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 06.30 WIB. Dalam kesempatan ini, seluruh unsur pimpinan daerah maupun Forkopimda diharapkan sudah hadir sebelum acara dimulai guna menjaga ketertiban dan kelancaran prosesi. 

Usai pelaksanaan sidang, para tamu undangan akan berpindah lokasi ke Pringgitan. Di tempat ini, kegiatan dilanjutkan sesi foto kenang-kenangan yang dihadiri oleh Forkopimda, dan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). 

Suasana kemudian beralih ke pusat pemerintahan dan keramaian. Pukul 08.00 WIB, seluruh rombongan berkumpul di Alun-Alun Nganjuk untuk melaksanakan Upacara Peringatan Hari Jadi. Upacara ini menjadi momen pengibaran bendera dan pembacaan sejarah perjalanan Kabupaten Nganjuk hingga mencapai usia lebih dari satu milenium. 

Puncak acara yang sarat dengan nilai budaya dan kearifan lokal akan dilaksanakan di Candi Lor. Mulai pukul 09.10 hingga 11.00 WIB, akan dilaksanakan tradisi Manusuk Sima. Prosesi ini merupakan warisan leluhur yang terus dilestarikan sebagai bentuk penghormatan terhadap tanah air dan sejarah masa lalu Nganjuk. 

Merespons penyelenggaraan peringatan hari jadi yang megah dan tertib ini, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Nganjuk, Subani, memberikan apresiasi dan pandangannya. 

"Peringatan Hari Jadi ke-1089 ini bukan sekadar seremonial, melainkan momen refleksi untuk mengenang sejarah panjang perjalanan Nganjuk. Rangkaian acara yang menggabungkan unsur kenegaraan dan budaya seperti Manusuk Sima di Candi Lor ini sangat penting untuk menjaga identitas kita sebagai masyarakat yang berakar kuat pada tradisi," ujar Subani. 

Lebih lanjut, Subani menekankan peran teknologi informasi dalam menyebarkan semangat hari jadi ini ke seluruh lapisan masyarakat. 

"Kami berkomitmen untuk memaksimalkan penyebaran informasi kegiatan ini agar dapat diketahui dan dirasakan oleh seluruh masyarakat Nganjuk, bahkan hingga ke pelosok desa. Kami ingin semangat kebersamaan dan cinta budaya ini terus terjaga dan tersampaikan dengan baik melalui berbagai platform digital maupun media massa," tegasnya. 

Dengan terselenggaranya seluruh rangkaian acara ini, diharapkan Nganjuk semakin maju, aman, dan sejahtera dengan tetap menjaga kearifan lokal yang ada..

Editor : SRTVRedaksi