NGANJUK, SRTV.CO.ID – Aksi protes unik warga Dusun Tempel, Desa Ngronggot, dengan menanam pohon pisang di jalan rusak parah pada Senin (7/4/2026), langsung direspons cepat oleh Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi.
Kang Marhaen sapaan akrab Bupati langsung turun meninjau lokasi pada Rabu (8/4/2026) dan berjanji perbaikan jalan sepanjang 900 meter itu akan segera rampung sebelum perayaan Nyadran.
"Alhamdulillah hari ini kita merespons ya, Kita cek tadi, memang jalannya rusak, Ini saya hitung sekitar 400 meteran, terus kemudian yang di sebelah sana kurang lebih 500 meter" ujar Kang Marhaen
Kang Marhaen menjelaskan, meskipun jalan tersebut secara administratif merupakan jalan desa, Pemkab Nganjuk akan mengambil alih statusnya untuk mempercepat proses perbaikan. Koordinasi dengan Dinas PUPR dan anggota Dewan sudah dilakukan sejak kemarin untuk memastikan paket pengerjaan dan alokasi anggaran.
"Seperti ini harapannya apa? Banyak manfaat. Satu, masyarakat ikut punya rasa memiliki terhadap jalan, termasuk aspirasi. Bagus itu saya pikir," tambahnya, sembari berharap ada solusi pembuatan saluran air di sekitar jalan.
Marhaen Djumadi juga menyoroti peran anggota DPRD dalam mengawal aspirasi masyarakat, khususnya di wilayah pinggiran. Ia meminta agar Pokok-pokok Pikiran (Pokir) Dewan dapat diprioritaskan untuk daerah yang memang membutuhkan perhatian lebih. Rencananya, proses perencanaan hingga eksekusi perbaikan jalan ini akan memakan waktu sekitar satu bulan.
"Mungkin nanti kita perencanaan sebelum Nyadran juga harus jadi. Kan ada lomba-lomba itu. Jadi saya katakan ke Bu Esti tadi dari PUPR, perencanaan kurang lebih 10 hari, tanggal 8 sampai 18. Kemudian nanti proses e-katalog itu kurang lebih satu mingguan ya, tujuh hari. Baru nanti kontrak, baru eksekusi. Eksekusi paling ya empat harian lah ya. Empat hari itu satu di sini kurang lebih 400 meter, yang sana 500 meter," jelasnya.
Terkait target penyelesaian, Kang Marhaen optimis perbaikan dapat selesai paling lambat awal bulan depan. Ia juga menegaskan bahwa meskipun Pemkab menghadapi pemotongan dana transfer sebesar Rp 275 miliar yang berdampak pada anggaran fisik, prioritas perbaikan jalan tetap menjadi fokus.
"Paling tidak ya awal bulan depan itu harus selesai" pungkasnya, sembari meminta masyarakat bersabar dan media untuk tidak memprovokasi
Editor : SRTVRedaksi