Gas Elpiji 3 Kg Langka di Jombang, Stok Menipis Harga Meroket

Kosong : Melinda, salah satu pemilik toko kelontong di Jalan Adityawarman, Jombang menunjukkan tabung gas Melon yang kosong (Faiz Hasan)
Kosong : Melinda, salah satu pemilik toko kelontong di Jalan Adityawarman, Jombang menunjukkan tabung gas Melon yang kosong (Faiz Hasan)

JOMBANG, SRTV.CO.ID – Tidak hanya warga yang kesulitan mendapatkan pasokan, para pemilik toko kelontong di sejumlah titik di Kabupaten Jombang juga mengeluhkan kelangkaan gas elpiji subsidi 3 kilogram atau gas melon. Kondisi ini diperparah dengan adanya pengurangan kuota dan kenaikan harga pokok dari agen, membuat stok di pasaran semakin menipis. 

"Pengiriman dari agen dikurangi, yang biasanya 10 tabung per hari sekarang cuma dapat 5 sampai 6 saja. Itu pun sering telat datangnya, kadang siang baru sampai," ujar Melinda, salah satu pemilik toko kelontong di Jalan Adityawarman, Rabu (08/04/2026). 

Berdasarkan pantauan di lokasi, rata-rata toko hanya menyisakan sedikit stok, berkisar antara 1 hingga 3 tabung saja. Kelangkaan ini mulai dirasakan para pedagang sejak tiga hingga empat hari terakhir. Selain stok yang seret, harga beli atau kulak juga mengalami kenaikan signifikan yang memaksa pedagang menyesuaikan harga jual.

"Dulu belinya Rp 18.000, sekarang naik jadi Rp 19.000 bahkan ada yang sampai Rp 20.000 per tabung. Akhirnya kami terpaksa naikkan harga jual sedikit, selisih Rp 1.000 sampai Rp 2.000 supaya tidak rugi," tambah Ahmad Panjul, pedagang lainnya. 

Para pedagang berharap kedepannya distribusi dan ketersediaan gas melon bisa segera stabil kembali. Pasalnya, saat ini kebutuhan masyarakat justru semakin meningkat, namun ketersediaan di lapangan justru semakin sulit didapatkan.

Reporter : M Faiz Hasan

Editor : SRTVRedaksi