Warga Lamongan Digegerkan Temuan Granat Nanas dan Puluhan Amunisi Aktif di Kebun Jati

Tim Jibom Gegana Satbrimobda Polda Jatim mengamankan lokasi penemuan granat nanas dan puluhan amunisi aktif di area kebun jati Dusun Jurug, Desa Primpen, Kecamatan Bluluk, Kabupaten Lamongan
Tim Jibom Gegana Satbrimobda Polda Jatim mengamankan lokasi penemuan granat nanas dan puluhan amunisi aktif di area kebun jati Dusun Jurug, Desa Primpen, Kecamatan Bluluk, Kabupaten Lamongan

LAMONGAN, SRTV.CO.ID - Warga Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, mendadak gempar setelah menemukan sebuah granat nanas beserta puluhan butir amunisi aktif yang berserakan di area kebun jati warga di Kecamatan Bluluk.

Penemuan benda berbahaya ini dibenarkan oleh Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid.

Ia mengatakan, temuan itu langsung ditangani oleh aparat gabungan TNI-Polri dan tim Jibom Gegana Satbrimobda Polda Jatim.

"Menindaklanjuti informasi dari perangkat desa setempat, Kapolsek Bluluk bersama anggota dan personel Koramil langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan," kata Hamzaid kepada wartawan, Rabu (4/11/2026).

Peristiwa mengejutkan ini bermula di lahan kebun jati yang terletak di Dusun Jurug, Desa Primpen, Kecamatan Bluluk, pada Selasa (3/11/2026) sekitar pukul 09.30 WIB.

Warga yang curiga langsung melaporkan temuan tersebut kepada Sekretaris Desa Sumberbanjar, yang kemudian diteruskan ke Polsek Bluluk.

Setibanya di lokasi, petugas langsung memasang police line (garis polisi) guna melokalisir area dan mencegah warga sekitar mendekati benda-benda berbahaya tersebut.

Dari hasil penyisiran dan penanganan awal di Tempat Kejadian Perkara (TKP), petugas mendapati satu buah granat serta puluhan amunisi tajam.

"Ditemukan satu buah granat dan 41 butir amunisi kaliber 5,56 mm. Rinciannya, sebanyak 39 butir masih aktif dan dua butir lainnya dalam kondisi rusak," jelas Hamzaid.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Polres Lamongan berkoordinasi dengan Tim Jibom Gegana Satbrimobda Jatim.

Sekitar pukul 14.30 WIB, Tim Jibom bersama Pamapta dan Tim Identifikasi Polres Lamongan tiba di lokasi untuk melakukan sterilisasi lanjutan sebelum akhirnya granat dan amunisi tersebut dimusnahkan (disposal).

"Sebelum proses pemusnahan, petugas terlebih dahulu mensterilkan area dengan radius 500 meter demi keselamatan masyarakat sekitar. Seluruh rangkaian kegiatan pemusnahan selesai sekitar pukul 16.30 WIB dalam keadaan aman," tambahnya.

Atas kejadian ini, pihak kepolisian mengapresiasi kepekaan warga yang langsung melapor alih-alih memindahkan atau memegang benda-benda mencurigakan tersebut.

Hamzaid juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor jika kembali menemukan benda-benda yang diduga bahan peledak atau amunisi sisa perang maupun tindak kejahatan.

"Polres Lamongan mengapresiasi kepedulian masyarakat yang segera melapor demi menjaga keamanan bersama. Jika warga menemukan hal serupa, segera laporkan ke kantor polisi terdekat atau melalui layanan Call Center 110 agar ditangani oleh ahlinya," pungkasnya.

Editor : SRTVRedaksi