Revolusi Digital Pesisir Lamongan, Menkomdigi Meutya Hafid Boyong Teknologi IoT Demi Ketahanan Pangan

Menkomdigi Meutya Hafid bersama Anggota Komisi VI DPR RI Ahmad Labib saat meninjau dan memperkenalkan teknologi berbasis Internet of Things (IoT) untuk petambak di Kampung Kerapu, Desa Labuhan, Brondo
Menkomdigi Meutya Hafid bersama Anggota Komisi VI DPR RI Ahmad Labib saat meninjau dan memperkenalkan teknologi berbasis Internet of Things (IoT) untuk petambak di Kampung Kerapu, Desa Labuhan, Brondo

LAMONGAN, SRTV.CO.ID — Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) terus menggenjot modernisasi di sektor pertanian dan perikanan budidaya nasional. Langkah strategis ini diwujudkan melalui akselerasi penerapan teknologi berbasis Internet of Things (IoT) di Kampung Kerapu, Desa Labuhan, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Selasa (3/11/2026)

"Penerapan teknologi digital di wilayah pesisir dan pertanian merupakan kontribusi nyata Komdigi untuk menjaga ketahanan pangan nasional," ujar Menkomdigi Meutya Hafid di lokasi acara.

Inisiatif digitalisasi ini dihadirkan sebagai bentuk dukungan konkret Kemenkomdigi terhadap pilar Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani dan pembudidaya ikan.

"Teknologi IoT membantu menjembatani pengalaman tradisional para petambak dengan tata kelola modern berbasis data harian, sehingga produktivitas tetap terjaga secara efisien," kata Anggota Komisi VI DPR RI, Ahmad Labib.

Dalam kesempatan tersebut, serangkaian perangkat pintar canggih resmi diperkenalkan kepada para petambak, mulai dari Smart Fertigation, Smart Rapid Soil, Smart Aerator, hingga Smart Quality Check Monitoring.

"Seluruh perangkat pintar ini dirancang untuk mengoptimalkan proses produksi secara terukur melalui analisis data presisi, sehingga mampu menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan efisiensi di sektor perikanan budidaya," jelas perwakilan Kemenkomdigi terkait fungsi inovasi tersebut.

Melalui integrasi teknologi pintar berbasis data presisi ini, para petambak di pesisir Lamongan kini dapat memangkas biaya pengeluaran operasional secara signifikan.

"Penerapan inovasi berbasis data presisi ini diyakini tidak hanya memangkas pengeluaran operasional para petambak dan petani, tetapi juga mempercepat masa pertumbuhan ikan dan menggenjot hasil panen secara berkelanjutan di wilayah pesisir Lamongan," rilis keterangan resmi kementerian.

Editor : SRTVRedaksi