Pegiat Seni Jombang Suarakan Krisis Ekologis Lewat Puisi dan Musik

Para pengiat seni melakukan aksi solidaritas lintas komunitas di Taman Kebon Rojo, Jombang
Para pengiat seni melakukan aksi solidaritas lintas komunitas di Taman Kebon Rojo, Jombang

JOMBANG, SRTV.CO.ID - Puluhan pengiat seni Jombang menyuarakan aksi 'Solidaritas Seni untuk Iklim' untuk kepedulian terhadap krisis ekologis melalui puisi, musik, pantomim, hingga diskusi di taman Kebonrojo, Kabupaten Jombang.

Menurut koordinator acara, Rico Aswandi, yang mewakili Literasi Jalanan Jombang, mengatakan kegiatan itu merupakan hasil kolaborasi berbagai pegiat lingkungan, literasi, dan budaya dari Jombang maupun sejumlah daerah di Jawa Timur.

Selain para pengiat seni, kegiatan ini mendapat dukungan dari komunitas Gusdurian, Bait Kata Library, WALHI Jawa Timur, Rumah Merdeka, Pantomim Nusantara, serta sejumlah komunitas independen lainnya.

"Solidaritas Seni untuk Iklim ini digagas sebagai kerja bersama lintas komunitas. Kami ingin mengajak publik untuk lebih peduli terhadap krisis iklim atau krisis ekologis yang saat ini terjadi di berbagai wilayah Indonesia," ucap Rico kepada awak media, Selasa (3/11/2026)

Ia bersama para pengiat lainya menyoroti tentang salah satu persoalan lingkungan yang menjadi perhatian adalah kebakaran hutan di sejumlah wilayah, seperti Sumatra, Kalimantan, dan Papua.

Melalui pendekatan seni dan budaya, para penggerak berharap masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan kepedulian, aspirasi, kritik, maupun harapan terhadap kondisi lingkungan dan masa depan Indonesia.

Bahkan, Rico menegaskan, suara masyarakat dari akar rumput seharusnya dipandang sebagai bagian dari hak warga negara untuk berpendapat dan berekspresi, bukan justru dianggap sebagai bentuk kebencian.

"Harapannya, suara dari grassroots, baik berupa aspirasi, kritik, maupun saran, tidak lagi dianggap sebagai bentuk kebencian. Itu merupakan hak masyarakat untuk berpendapat, berekspresi, serta mendapatkan pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan ekonomi yang terjamin sebagaimana telah diatur dalam undang-undang," jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, Solidaritas Seni untuk Iklim menghadirkan berbagai kegiatan yang memadukan seni, literasi, musik, dan ruang diskusi.

Sejumlah rangkaian acara yang disuguhkan di antaranya pembacaan puisi, lapak baca, pertunjukan live band, pantomim, CKG, serta diskusi bersama. 

"Berbagai kegiatan kemarin itu menjadi medium bagi peserta dan pengunjung Car Free Day untuk terlibat menyuarakan kepedulian terhadap isu lingkungan melalui pendekatan kreatif dan terbuka," imbuhnya.

Kegiatan ini diselenggarakan secara swadaya oleh komunitas-komunitas yang terlibat. Selain menghadirkan ruang ekspresi seni, penyelenggara juga membuka penggalangan donasi sebagai bentuk solidaritas kepada komunitas kebudayaan dan pegiat lingkungan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. 

"Donasi yang terkumpul nantinya akan disalurkan kepada organisasi kebudayaan dan komunitas pegiat lingkungan di wilayah tersebut. Penggalangan donasi direncanakan berlangsung hingga H+1," terangnya.

Selain donasi, kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah aktivitas pendukung, seperti cukur rambut gratis dan sablon cukil. Melalui kegiatan ini, Jombang Kolektif berharap solidaritas tidak hanya berhenti pada panggung seni dan ruang diskusi, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata, kepedulian, serta kerja bersama antar komunitas.

Solidaritas Seni untuk Iklim menjadi pengingat bahwa persoalan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Dari ruang-ruang kecil di tengah masyarakat, suara dan gerakan kolektif diharapkan terus tumbuh untuk mendorong masa depan yang lebih baik.

"Solidaritas Seni untuk Iklim menjadi pengingat bahwa persoalan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Dari ruang-ruang kecil di tengah masyarakat, suara dan gerakan kolektif diharapkan terus tumbuh untuk mendorong masa depan yang lebih baik," pungkas Rico.

Editor : SRTVRedaksi