JOMBANG, SRTV.CO.ID - Niat warga Desa Menganto, Kecamatan Mojowarno, Jombang, membangun hunian justru membongkar rahasia peradaban masa lalu. Hal itu terkuak ketika pemilik rumah dan kuli bangunan mengali satu meter, ditemukan struktur jobong atau dinding sumur kuno berlapis empat yang diduga sezaman dengan Candi Pandegong.
Menanggapi temuan tersebut, tim Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur langsung bergerak mengevakuasi artefak dan untuk mengamankan fisiknya dari ancaman proyek konstruksi, benda peninggalan masa lalu itu dipindahkan ke kawasan perlindungan Candi Pandegong yang berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi.
Pamong Budaya Ahli Pertama BPK Jatim, Indra Eka Widya Jaya, mengungkapkan bahwa jobong atau perigi secara umum dipahami sebagai dinding pelindung sumur. Namun, teori modern membuka tabir lain yang tak kalah menarik.
"Secara umum, jobong adalah dinding sumur. Namun belakangan, sebagian peneliti menduga struktur ini memiliki fungsi yang mirip dengan sistem sanitasi atau septic tank modern. Tentu hipotesis ini masih membutuhkan kajian historis lebih dalam," ucap Indra saat dikonfirmasi, Selasa (3/11/2026).
Setelah melakukan meninjauan dilokasi, tim mendapati struktur jobong yang tersusun bertumpuk hingga empat tingkatan. Lapisan pertama dan kedua (teratas) ditemukan pada kedalaman satu meter dengan kondisi sudah hancur termakan usia.
"Lapisan ketiga memiliki ketinggian 38 sentimeter dan berhasil dievakuasi. Sedangkan dilapisan keempat (terdalam) merupakan bagian paling utuh dengan ukuran tinggi mencapai dua kali lipat dari lapisan ketiga," jelasnya.
Akibat kendala teknis dan tingkat kesulitan penarikan yang tinggi, lapisan keempat terpaksa ditinggalkan di lokasi asli. Pihak BPK Jatim memilih membiarkannya terkubur aman dengan memberikan penandaan khusus sebelum lahan diratakan untuk bangunan rumah warga. Proses penyelamatan ini semakin dramatis ketika tim menemukan pecahan tembikar halus dan potongan bata merah raksasa di dalam rongga jobong.
"Penemuan material ini menjadi pemicu utama ditemukannya benang merah sejarah kawasan Mojowarno," terangnya.
Ia menyebutkan, hasil pengukuran komparatif menunjukkan bahwa dimensi ketebalan dan panjang bata di lokasi jobong memiliki kemiripan presisi dengan struktur bata di Candi Pandegong. Temuan ini menguatkan dugaan kuat bahwa permukiman kuno di Desa Menganto berada pada garis era peradaban yang sama dengan candi tersebut.
Hingga kini, tiga lapis jobong yang berhasil diselamatkan tengah menjalani proses pembersihan dan pemugaran di Candi Pandegong. BPK Jatim merencanakan rekonstruksi ulang artefak tersebut agar dapat menjadi media edukasi sejarah yang utuh bagi publik dan generasi mendatang.
"Saat ini, tiga lapis jobong yang berhasil diselamatkan tengah menjalani proses pembersihan dan pemugaran di Candi Pandegong," pungkas Indra.
Editor : SRTVRedaksi