NGANJUK, SRTV.CO.ID - Sektor perikanan air tawar memegang peranan strategis dalam menopang ketahanan pangan lokal serta menggerakkan roda perekonomian masyarakat di Kabupaten Nganjuk.
Potensi ini terus dioptimalkan melalui pengelolaan yang terarah dari perairan umum hingga kolam pembudidaya.
"Dinas KPP berfokus pada tiga program utama, yaitu pengelolaan perikanan tangkap, perikanan budidaya, serta pengolahan dan pemasaran hasil perikanan," ujar Kepala Bidang Perikanan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (KPP) Kabupaten Nganjuk, Suwelo Supriyono, Rabu (16/9/2026).
Langkah konkret pada sektor perikanan tangkap dibuktikan dengan penebaran benih ikan tawes lokal di perairan umum Desa Jatikalen, Kecamatan Jatikalen dan Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Ngetos.
Selain itu, nelayan darat juga mendapat bantuan sarana pengawasan berupa jaring waring, senter sorot, dan jaring trammel net.
"Pelepasan benih dan penyaluran alat pengawasan ini bertujuan menjaga populasi ikan agar dapat dimanfaatkan nelayan darat secara berkelanjutan dan bertahap," kata Suwelo Supriyono.
Di sisi lain, kawasan Nganjuk bagian timur seperti Tanjunganom, Baron, Prambon, Lengkong, dan Kertosono menjadi sentra budidaya berkat kelimpahan air dari Sungai Brantas.
Namun, para pembudidaya diimbau untuk lebih cermat mengelola mutu air serta pakan di tengah tantangan fluktuasi suhu kemarau yang melebihi 5 derajat Celsius.
"Menghadapi tingginya biaya pakan pabrikan yang mencapai 70 persen operasional, kami mengimbau pembudidaya melakukan pembibisan pakan dengan probiotik demi memaksimalkan penyerapan protein, memanfaatkan pakan alami seperti Azolla, hingga mengolah hasil panen menjadi produk bernilai tambah," jelas Suwelo Supriyono.
Untuk memperkuat kapasitas kelompok, Dinas KPP menyalurkan bantuan stimulan sarana budidaya lele di Desa Jatikalen dan Desa Sanggrahan.
Sinergi bersama Bappeda melalui program Petik Oin Bermartabat juga diwujudkan lewat pengadaan kolam terpal bulat di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Loceret.
"Bantuan stimulan dan kolam terpal bulat ini disalurkan untuk memperkuat kapasitas kelompok. Bagi masyarakat umum atau generasi muda yang tertarik melirik sektor ini, pintu UPTD Perikanan Budidaya Warujayeng terbuka luas untuk belajar langsung," tambah Suwelo Supriyono.
Sebagai penutup rangkaian program tahun ini, Dinas KPP menyiapkan agenda kontes ikan lele dan gurami terberat (abot-abotan) pada Oktober–November mendatang untuk memotivasi 134 kelompok pembudidaya ikan (pokdakan) se-Kabupaten Nganjuk.
"Melalui ajang kontes dan pembinaan berkelanjutan, kami mengajak seluruh pelaku perikanan konsisten menerapkan prinsip Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) demi menjamin pasokan pangan yang bergizi, aman, dan berkualitas bagi masyarakat," pungkas Suwelo Supriyono.
Editor : SRTVRedaksi