Sering Ajak Duel hingga Bacok Tetangga, Pemuda Depresi di Ngrengket Nganjuk Dievakuasi TKSK

Pemuda asal Desa Ngrengket, Sukomoro, dievakuasi oleh tim TKSK dan aparat gabungan. (Jamal/SRTV)
Pemuda asal Desa Ngrengket, Sukomoro, dievakuasi oleh tim TKSK dan aparat gabungan. (Jamal/SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID - Aksi membahayakan dilakukan seorang pemuda berinisial MA (24), warga Desa Ngrengket, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk. Pemuda yang bekerja di pabrik kerupuk ini nekat membacok tetangganya sendiri akibat gangguan jiwa yang dialaminya.

“Menurut informasi dari keluarga, yang bersangkutan ini sudah mengalami depresi. Cuma mondar-mandir gitu aja dan dia sering infonya ini ngajak duel tetangga-tetangganya itu, pemuda-pemuda itu,” kata Tenaga Kesehatan Sosial Kecamatan (TKSK) Kabupaten Nganjuk, Gogot Setyono. Selasa (15/9/2026)

Insiden pembacokan tersebut terjadi pada Selasa (15/9/2026) siang saat emosi pelaku memuncak. MA secara mendadak menyerang seorang pria tetangganya menggunakan senjata tajam karena terpengaruh ilusi visual.

“Usut punya usut, MA berhalusinasi bahwa tetangganya tersebut membawa pisau untuk mengancam dirinya, padahal kenyataannya sama sekali tidak demikian,” ujar Gogot.

Merasa dirinya terancam, MA mendadak melayangkan sabetan senjata tajam ke arah kepala korban. Beruntung, korban selamat dari luka robek maupun pendarahan fatal saat kejadian tersebut.

“Untungnya tetangganya itu rambutnya panjang. Jadi, yang kena itu kepalanya gitu aja, Mbak. Senjatanya enggak sampai melukai, cuma akhirnya lebam itu kepalanya,” tutur Gogot.

Mencegah aksi berulang, tim gabungan yang terdiri dari warga, perangkat desa, Babinkamtibmas, Babinsa, Puskesmas Sukomoro, serta TKSK langsung mengevakuasi MA dari kediamannya. Petugas dengan sigap membawa pelaku ke fasilitas medis untuk menjalani perawatan khusus.

“MA pun langsung dilarikan ke ruang Wijaya Kusuma di RSU Nganjuk untuk mendapatkan penanganan jiwa dan menjalani perawatan medis serta rehabilitasi intensif selama kurang lebih 14 hari sebelum nantinya dikembalikan kepada pihak keluarga,” kata Gogot.

Pemerintah Kabupaten Nganjuk mengimbau warga yang mendapati kejadian serupa atau ODGJ mengamuk agar segera menghubungi layanan darurat Call Center 112.

Selain itu, masyarakat diharapkan tetap memperlakukan ODGJ yang telah selesai menjalani rehabilitasi secara manusiawi tanpa adanya stigma sosial.

Editor : SRTVRedaksi