Jejak Langkah Gus Kikin, Dari Kapal Laut Ke Pesantren dan Kini Pimpin PBNU

KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) saat sambutan di Penutupan Muktamar ke-35 NU Tambakberas Jombang
KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) saat sambutan di Penutupan Muktamar ke-35 NU Tambakberas Jombang

JOMBANG, SRTV.CO.ID - KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin resmi terpilih sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026-2031 pada Senin (31/8/2026).

Sosoknya bukan sekadar ulama kharismatik, tapi juga punya jejak hidup yang tak biasa dari dunia pelayaran hingga mengasuh pesantren terbesar di Jombang.

Gus Kikin adalah putra KH Mahfudz Anwar dan Nyai Hj. Abidah Ma'shum. Dari jalur ibu, nasabnya tersambung langsung ke Hadratussyaikh KH M. Hasyim Asy'ari melalui Nyai Hj. Khoiriyah Hasyim, putri sulung sang pendiri NU.

Sementara dari ayah, ia masih bersambung dengan KH Anwar bin Alwi, pendiri Pesantren Tarbiyatun Nasyi'in Paculgowang.

Ia juga adik sepupu dari KH Anwar Manshur, pengasuh Pesantren Lirboyo. Garis keturunan ini menjadikan Gus Kikin pewaris sah tradisi keilmuan dan perjuangan para pendiri NU.

Lahir di Pondok Pesantren Sunan Ampel, Jombang, Gus Kikin adalah anak kedelapan dari sebelas bersaudara. Pendidikan dasarnya di MI Parimono, lalu lanjut ke SMP dan SMA di Jombang.

Tapi yang menarik, setelah lulus SMA, ia memilih jalur tak biasa: Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta (1975–1979).

Dari sana, ia menguasai navigasi kapal dan sempat mengarungi samudra mengelilingi dunia empat kali.

Pengalaman itu membawanya ke BUMN pelayaran Djakarta Lloyd, dan di usia 30 tahun ia sudah menjabat Kepala Cabang Cilegon.

Pada 1992, ia mundur untuk membangun usaha shipping dan logistik. Tahun 2013, ia kuliah Komunikasi di Universitas Terbuka untuk mendukung usaha media TV nya.

Amanah mengasuh Pesantren Tebuireng datang pada Januari 2016, saat Gus Sholah langsung menunjuknya sebagai Wakil Pengasuh.

Lewat musyawarah keluarga Bani Hasyim, ia kemudian ditetapkan sebagai Pengasuh. Sejak itu, ia fokus merawat warisan KH Hasyim Asy'ari, terutama kitab Qanun Asasi dan pemikiran besar pendiri NU.

Kini, amanah baru menantinya memimpin organisasi Islam terbesar di dunia PBNU.

Editor : SRTVRedaksi