NGANJUK, SRTV.CO.ID – Pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat Nganjuk dilaporkan belum rampung sepenuhnya atau belum mencapai 100 persen hingga Senin (31/8/2026).
Meski demikian, pihak sekolah memastikan bahwa seluruh kebutuhan, kenyamanan, dan keamanan para siswa yang sudah mulai masuk telah terakomodasi dengan sangat baik.
"Iya, kan baru ini kapasitas total itu sebenarnya kan untuk 1.000 siswa seperti yang Pak Direktur sampaikan. Kita masuk baru 200 siswa. Jadi, cukup diakomodir di yang sudah selesai saja. Lebih dari cukup, longgar kita. Alhamdulillah," ujar Kepala Sekolah Rakyat Nganjuk, Zuana Nurul Huda.
Dengan jumlah peserta didik yang baru terisi sebagian kecil dari daya tampung maksimal, area dan gedung yang telah selesai dibangun dinilai lebih dari memadai untuk menunjang segala aktivitas awal siswa.
"Kita ada yang namanya wali asrama, ada wali asuh. Itu semua ya sudah standar operasional lah. Ada tupoksinya masing-masing memastikan anak-anak itu melaksanakan aturan, kemudian anak-anak sehat, dan sebagainya," kata Zuana menjelaskan skema pengawasan dan kesehatan di asrama yang bekerja sama dengan puskesmas setempat.
Untuk proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), sekolah ini menerapkan Kurikulum Merdeka yang berfokus pada pengembangan kompetensi siswa.
Guna mendukung kelancaran belajar pasca Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), sebanyak 103 personel disiapkan—terdiri dari 32 guru tamu dari lingkungan sekitar dan 71 tenaga kependidikan hasil rekrutmen Kementerian Sosial (Kemensos).
"Tujuan akhir, itu mencetak memang generasi muda yang tangguh, bisa memutus rantai kemiskinan, terutama bagi masyarakat yang berada pada kategori kemiskinan ekstrem di desil 1 dan desil 2," pungkas Zuana mengenai arah dan target jangka panjang dari program Sekolah Rakyat tersebut.
Editor : SRTVRedaksi