Satu Abad Lebih Bertahan, Ribuan Warga Trenggalek 'Nyeker' dan Berebut Tumpeng di Puncak Hari Jadi ke-832

Ribuan warga memenuhi Alun-Alun Trenggalek saat berebut tumpeng dan bibit pohon dalam puncak peringatan Hari Jadi ke-832 Kabupaten Trenggalek (Aziz/SRTV)
Ribuan warga memenuhi Alun-Alun Trenggalek saat berebut tumpeng dan bibit pohon dalam puncak peringatan Hari Jadi ke-832 Kabupaten Trenggalek (Aziz/SRTV)

TRENGGALEK, SRTV.CO.ID– Ribuan warga tumplek blek di Alun-Alun Trenggalek. Mereka berebut tumpeng dan uang receh yang disuguhan pada agenda peringatan Hari Jadi ke-832 Kabupaten Trenggalek, Senin (31/8/2026). 

 Ya, suasana peringatan hari jadi tahun ini lebih meriah dan sacral. Karena bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Prosesi diawali dengan kirab pasukan atau bergada yang mengiringi sejumlah pejabat. Di antaranya Bupati Trenggalek M. Nur Arifin dan forkompimda.

Sepanjang perjalanan dari Alun-Alun Trenggalek menuju pendapa, bupati dan rombongan berjalan iring-iringan tanpa alas kaki alias nyeker. 

 Tepat pada 31 Agustus 2026, Trenggalek memang berusia 832 tahun. Sebelum kirab, diawali dengan meteri bumi hingga ziarah ke sejumlah makam leluhur.

Tema yang diusung pada peringatan hari jadi kali ini Hambeging Bumi, yakni kembali untuk memperhatikan bumi agar tetap Lestari. Puncak dari acara yakni memperebutkan tumpeng.

Selain itu, warga berebut uang receh atau udik-udik. Tak ketinggalan pula, juga bibit pohon berupa alpukat dan durian menjadi sasaran warga. 

Bupati Trenggalek M. Nur Arifin mengatakan, di usia yang ke-832, Trenggalek terus berbenah dari berbagai sisi.

Meski dibayangi dengan efisiensi anggaran, Pemkab Trenggalek terus berusaha untuk mewujudkan pembangunan yang merata.

“Ini sesuai dengan komitmen kami dalam memperhatikan warga. Mudah-mudahan di tahun-tahun ke depan semakin Sejahtera dan Makmur rakyatnya,” pungkasnya.

Editor : SRTVRedaksi