Lepas 16.300 Mahasiswa Unesa, Bupati Marhaen : Pengabdian Adalah Ruh Pendidikan Tinggi

Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi memberikan pembekalan kepada 16.300 mahasiswa Unesa dalam pelepasan Program Mahasiswa Berdampak Mobilitas Akademik TA 2026/2027 di Kampus Unesa
Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi memberikan pembekalan kepada 16.300 mahasiswa Unesa dalam pelepasan Program Mahasiswa Berdampak Mobilitas Akademik TA 2026/2027 di Kampus Unesa

NGANJUK, SRTV.CO.ID — Ribuan mahasiswa memenuhi halaman Kampus II Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Lidah Wetan, Senin (27/7/2026). Sebanyak 16.300 mahasiswa bersiap meninggalkan ruang kelas untuk memasuki "laboratorium kehidupan" melalui Program Mahasiswa Berdampak Mobilitas Akademik Tahun Akademik 2026/2027.

"Hari ini kalian bukan hanya membawa nama Unesa, tetapi juga membawa harapan masyarakat. Jadilah mahasiswa yang mampu mendengar, memahami, lalu memberikan solusi. Kehadiran kalian harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujar Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi yang hadir memberikan pembekalan motivasi.

Ia menegaskan bahwa tantangan bangsa ke depan membutuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, integritas, serta keberanian untuk turun langsung menyelesaikan persoalan di lapangan.

"Belajarlah dari masyarakat. Di sana kalian akan menemukan persoalan yang tidak selalu ada di dalam buku. Dari sanalah lahir inovasi, kreativitas, dan kepemimpinan. Seorang sarjana yang hebat bukan hanya pandai berbicara, tetapi mampu menghadirkan perubahan," tegas Kang Marhaen.

Sebagai Bupati Nganjuk sekaligus Ketua IKA Unesa, Kang Marhaen juga membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi mahasiswa Unesa untuk mempercepat pembangunan daerah di sektor pertanian modern, UMKM, hingga digitalisasi.

"Daerah membutuhkan ide-ide segar dari anak muda. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Ketika kampus, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat bersatu, maka akan lahir pembangunan yang lebih cepat, lebih tepat, dan lebih berkelanjutan," katanya.

Menurutnya, mahasiswa merupakan agen perubahan yang memiliki energi besar untuk menciptakan inovasi di mana pun lokasi penugasannya.

"Jangan datang hanya untuk menyelesaikan kewajiban akademik. Tinggalkan jejak yang baik. Tinggalkan program yang bisa terus dimanfaatkan masyarakat setelah kalian kembali ke kampus. Itulah makna sesungguhnya dari mahasiswa berdampak," pesan Kang Marhaen.

Program Mahasiswa Berdampak ini sendiri melibatkan 1.152 mitra dari dalam maupun luar negeri dengan sembilan skema pembelajaran, termasuk bagi mahasiswa afirmasi dan penyandang disabilitas.

"Karya akademik kampus tidak boleh berhenti menjadi tumpukan jurnal ilmiah. Hasil pembelajaran harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat nyata bagi kehidupan," puji Wamendiktisaintek Fauzan atas peluncuran program ini.

Rektor Unesa Prof. Dr. Nurhasan (Cak Hasan) juga menambahkan bahwa pengalaman langsung di lapangan adalah kunci penting bagi mahasiswa era global.

"Di era global, mahasiswa tidak cukup hanya menguasai teori. Mereka juga harus memiliki karakter, disiplin, tanggung jawab, kemampuan problem solving, empati, dan kemampuan bekerja dalam tim," jelas Cak Hasan.

Peluncuran ditandai dengan penyematan rompi secara simbolis serta perkenalan maskot baru Unesa bernama 'Si Prio' (Progresif, Responsif, Inovatif, Optimis) dalam rangka Dies Natalis ke-62 Unesa.

"Indonesia membutuhkan lulusan yang tidak hanya mengejar kesuksesan pribadi, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Jadilah generasi yang mampu menginspirasi, membangun, dan membawa perubahan," pungkas Kang Marhaen.

Editor : SRTVRedaksi