Bosan Janji Manis Pihak Tambang, Warga Mojoduwur Gelar Gotong Royong dan Doa Bersama di Jalan Rusak

Kebersamaan warga saat bergotong royong di sepanjang jalan Desa Mojoduwur yang rusak dan berdebu (Mr Boni/SRTV)
Kebersamaan warga saat bergotong royong di sepanjang jalan Desa Mojoduwur yang rusak dan berdebu (Mr Boni/SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID– Puluhan warga dari Dusun Sanan dan Dusun Jatirejo, Desa Mojoduwur, Kecamatan Ngetos, menggelar aksi gotong royong massal pada Minggu (29/7/2026). 

Mereka turun ke jalan untuk membersihkan sepanjang jalur desa yang kondisinya rusak parah dan dipenuhi debu pekat akibat aktivitas kendaraan berat.

"Ikhtiar ini adalah bentuk peduli kita dengan lingkungan, semoga ada kebijakan positif dari Pemda," ujar salah satu warga di lokasi.

Aksi ini bukan sekadar agenda bersih-bersih biasa. Di tengah kepulan debu, warga juga menggelar doa bersama di atas aspal yang berlubang. 

Ritual ini menjadi simbol keprihatinan sekaligus protes senyap warga terhadap pembiaran kerusakan infrastruktur yang menjadi urat nadi perekonomian mereka.

"Warga sudah bosan dengan janji-janji perbaikan jalan yang diucapkan pihak tambang di Mojoduwur. Doa bersama ini intinya warga peduli jalan rusak," tegas Lukman, tokoh masyarakat Desa Mojoduwur.

Menurut Lukman, kerusakan parah ini diduga kuat akibat saban hari jalur tersebut dijejali truk-truk muatan tambang yang melebihi kapasitas kelas jalan. 

Ironisnya, hingga saat ini belum ada titik terang maupun kejelasan dari pihak-pihak terkait mengenai kapan perbaikan permanen akan direalisasikan.

Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan tegas terhadap aktivitas tambang dan memberikan kepastian hukum. 

Jika terus dibiarkan, debu jalanan tidak hanya mengganggu mobilitas tetapi juga mulai mengancam kesehatan pernapasan warga sekitar. "Sampai kapan lagi jalan kami diperbaiki?" keluh warga memungkasi aksi.

Editor : SRTVRedaksi