NGANJUK, SRTV.CO.ID – Panitia Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) Kabupaten Nganjuk menghadirkan inovasi baru dalam pelaksanaan pawai budaya tahun ini. Demi menjunjung tinggi nilai toleransi dan memfasilitasi kebutuhan peserta yang beragam, panitia secara khusus menyiapkan sarana ibadah darurat di lokasi pemberangkatan.
"Ini sebenarnya sebagai bentuk toleransi juga, sekaligus bahwa para peserta karnaval itu kan dari berbagai macam latar belakang, ada yang Islam dan seterusnya," ujar Ketua Umum PHBN Kabupaten Nganjuk, Puguh Harnoto, Selasa (11/8/2026)
Pawai budaya dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia ini diikuti oleh berbagai tingkatan peserta, mulai dari TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, hingga tingkat SMA dan umum.
Mengingat jadwal pemberangkatan dimulai tepat pukul 13.00 WIB, panitia sigap mengantisipasi kebutuhan ibadah para peserta di titik start.
"Karena di Stadion Ploso ini tidak ada musala yang permanen di sana, sehingga panitia meminta bantuan dari BPBD. Tenda-tenda kedaruratan milik BPBD nanti kita jadikan sebagai sarana ibadah," jelas Puguh, yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk.
Melalui fasilitas tersebut, para peserta yang beragama Islam diimbau untuk menunaikan ibadah salat Zuhur terlebih dahulu sebelum memulai perjalanan pawai.
Rangkaian acara juga ditargetkan dapat berjalan lancar dan rampung sebelum memasuki waktu Magrib.
"Diharapkan peserta nanti yang belum melaksanakan salat Zuhur bisa salat Zuhur dulu, karena sudah kita siapkan di sana," pungkasnya.
Tak hanya fokus pada fasilitas ibadah, panitia PHBN juga menetapkan aturan tegas terkait ketertiban dan norma kesopanan selama pawai berlangsung.
Seluruh peserta dilarang keras menggunakan fasilitas sound horeg yang berlebihan sesuai fatwa MUI, serta dilarang mengenakan kostum yang tidak pantas, seperti pria yang berbusana wanita.
"Di technical meeting juga sudah kita sampaikan untuk tidak menggunakan fasilitas yang kebetulan menjadi fatwa MUI ya, misalnya sound horeg itu," kata Puguh menegaskan.
Selain pawai budaya, Peringatan HUT ke-81 RI di Kabupaten Nganjuk juga disemarakkan dengan berbagai kegiatan olahraga dan aksi sosial yang melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Rangkaian perayaan ini akan mencapai puncaknya pada 17 Agustus 2026 melalui Upacara Detik-Detik Proklamasi dan Resepsi Kenegaraan.
"Melalui rangkaian kegiatan ini, masyarakat Kabupaten Nganjuk diharapkan dapat semakin rukun, menjunjung tinggi persatuan, serta memegang teguh nilai perjuangan dan kebangsaan," tutup Puguh.
Editor : SRTVRedaksi