Ada Ulat Tersembunyi di Menu MBG Jombang, Warga Ngaku Tiga Kali Terima Menu Bermasalah

Tangkapan layar video yang memperlihatkan adanya temuan ulat pada menu olahan sayur pakcoy paket Makan Bergizi Gratis (MBG) kelompok 3B di Dusun Ngelo, Desa Gondek, Mojowarno, Jombang. (TL/SRTV)
Tangkapan layar video yang memperlihatkan adanya temuan ulat pada menu olahan sayur pakcoy paket Makan Bergizi Gratis (MBG) kelompok 3B di Dusun Ngelo, Desa Gondek, Mojowarno, Jombang. (TL/SRTV)

JOMBANG, SRTV.CO.ID — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Mojowarno, Jombang, kembali menjadi sorotan. Seorang penerima manfaat dari kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) di Dusun Ngelo, Desa Gondek, menemukan seekor ulat di dalam sajian oseng sawi pakcoy dan kubis dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kharizmajaya, Kamis (24/9/2026).

Temuan ini bermula saat penerima manfaat berinisial P memeriksa paket makanan yang baru tiba di rumahnya sekitar pukul 09.34 WIB sebelum dikonsumsi.

"Jadi saya tadi ambil MBG jam 09.30 pagi, sampai rumah jam 09.34 karena tempat pengambilannya dekat. Sesampainya di rumah, saya buka dan sebelum mencicipi saya teliti dulu. Ternyata terlihat jelas ada ulat di atas sayurannya," ujar penerima manfaat yang enggan disebutkan namanya.

Usai mendapati adanya ulat, warga tersebut langsung melaporkan kejadian ini ke grup MBG dan kader Posyandu setempat.

Laporan kemudian diteruskan ke dapur SPPG Kharizmajaya yang merespons dengan mengirimkan paket pengganti berupa ayam crispy, minuman kemasan Sari Kacang Hijau, dan buah kelengkeng.

Penerima manfaat ini mengaku kejadian tersebut bukan kali pertama baginya. Pihaknya mencatat sudah tiga kali menerima paket menu yang bermasalah dari unit SPPG yang sama.

"Sudah tiga kali ini saya dapat menu tidak layak. Pertama dari anak saya, MBG sekolah menu sayur asem ada ulatnya. Kedua ayam suwir basi, ketiga ini tadi ada ulatnya. Menu sayur asem ibu saya langsung ke SPPG, dan pihak SPPG juga sama dari SPPG Kharizmajaya, namun pihaknya sudah meminta maaf dan kejadian sayur asemnya juga sudah lama," imbuhnya.

Guna memastikan kelayakan ke depan, warga berharap proses pemeriksaan serta pengawasan kebersihan makanan ditingkatkan lebih ketat sebelum dibagikan.

"Saya berharap pihak SPPG lebih teliti lagi sebelum mengirimkan ke penerima manfaat. Sebaiknya program tersebut bisa diganti uang, lebih aman bisa buat masak sendiri dan menu sesuai kesukaan anak," tutupnya.

Menanggapi kejadian tersebut, Camat Mojowarno, Ronni Afriandie, membenarkan adanya temuan ulat tersebut setelah turun langsung ke lokasi bersama tim terkait.

"Jadi setelah kami cek, ternyata memang benar ada kejadian tersebut, kami juga melakukan pembinaan dan SPPG sudah mengganti dengan MBG baru," terangnya.

Pihak penanggung jawab lapangan (Aslap) SPPG Kharismajaya, Hari Adi Gunawan, mengonfirmasi kejadian ini dan menyampaikan permohonan maaf.

Pada hari tersebut, pihaknya menyiapkan sebanyak 1.997 porsi makanan untuk penerima manfaat wilayah tersebut.

"Iya tadi setelah ada laporan, saya langsung nyamperin ke situ dan mengganti juga meminta maaf. Cuma satu itu saja dari yang menu untuk bumil, sekolah juga tidak ada," ungkap Hari.

Ia menguraikan, serangga tersebut kemungkinan besar berasal dari sela-sela daun pakcoy yang diolah menjadi tumisan menu hari itu.

"Yang jelas kami akan evaluasi lagi setelah ini, dan kami minta maaf," paparnya.

Senada dengan Hari, Kepala SPPG Kharizmajaya, Fikri Wahyu Amirulloh, menegaskan bahwa penanganan cepat telah dilakukan bersama tim dengan mendatangi rumah warga penerima manfaat.

"Setelah mendapatkan informasi tersebut kami dan tim mendatangi lokasi kejadian. Kemudian memberikan menu pengganti dan kami memohon maaf kepada pihak penerima manfaat," tulis Fikri melalui pesan singkat.

Fikri menambahkan, internal SPPG kini sedang mengusut mengapa ulat bisa lolos dari prosedur sortir yang selama ini telah diterapkan petugas dapur.

"Kami dan tim sudah memeriksa. Namun, yang terjadi ada kejadian menonjol pada sayur yang sudah kami pilah. Dan kami masih menyelidiki kejadian hari ini kepada relawan kami serta evaluasi," urainya.

Meski SPPG Kharizmajaya telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), evaluasi menyeluruh dipastikan tetap berjalan guna mencegah terulangnya insiden serupa.

"SOP petugas pemeriksa meliputi kondisi kemasan dan kebersihan, warna, aroma, tekstur, dan kelayakan, ada atau tidaknya ulat, serangga, telur serangga, jamur atau benda asing, Saat ini kami masih dalam proses penyelidikan internal serta evaluasi. Kami sudah ganti dan sudah berkunjung dengan tim ke penerima manfaat. Dan sudah selesai permasalahannya," pungkas Fikri.

Editor : SRTVRedaksi