LOMBOK, SRTV.CO.ID — Tim SAR Gabungan terus bergerak cepat menangani insiden kebakaran yang menimpa KMP Putri Yasmin di perairan Selat Lombok, Sekotong, pada Rabu (12/8) pagi. Berdasarkan pendataan terbaru, total korban yang berhasil terdata mencapai 173 orang, di mana satu orang dilaporkan meninggal dunia.
"Total korban yang sudah terdata sebanyak 173 orang. Sebanyak 1 orang dinyatakan meninggal dunia atas nama Indah Dwi Septiani (19), warga Asrama Brimob Gatep Ampenan. Dari total penumpang tersebut, dua di antaranya merupakan WNA asal Australia," ungkap keterangan resmi Humas Kansar Mataram.
Insiden berdarah di laut ini bermula saat kapal berlayar dari Pelabuhan Padang Bai menuju Pelabuhan Lembar. Kebakaran terjadi sekitar pukul 04.15 WITA, dan laporan darurat diterima oleh Kantor SAR Mataram pada pukul 04.39 WITA yang langsung direspons dengan pengerahan armada evakuasi.
"Prioritas utama kami saat ini adalah keselamatan jiwa seluruh penumpang dan kru kapal. Kami telah mengerahkan KN 220 Mataram, Rigid Inflatable Boat (RIB), dan Rigid Buoyancy Boat (RBB) ke lokasi kejadian untuk evakuasi serta berkoordinasi dengan kapal-kapal sekitar," tegas Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi.
Operasi SAR berskala besar ini turut melibatkan sinergi penuh lintas instansi, termasuk pengerahan KN SAR Arjuna dari Kantor SAR Denpasar hingga pemantauan udara menggunakan helikopter milik SGi Air Bali. Unsur lain seperti KAL Lembar, TNI AL, Polres Lombok Barat, Polairud, Syahbandar, KMP PortLink II, serta masyarakat setempat juga diterjunkan di lokasi kejadian.
"Sinergi lintas unsur terus diperkuat di lapangan. Tim SAR gabungan hingga saat ini masih bertahan di titik lokasi kejadian untuk menyisir dan memastikan seluruh proses evakuasi berjalan tuntas," lanjut pihak Kansar Mataram.
Editor : SRTVRedaksi