LAMONGAN, SRTV.CO.ID - Rasa duka mendalam atas musibah kecelakaan kerja dirasakan oleh seluruh keluarga besar PT Superior Prima Sukses Tbk. Karyawan di lima lokasi pabrik yang tersebar di Jawa Timur dan Jawa Tengah menggelar doa bersama secara serentak untuk mendoakan para korban beserta keluarga yang terdampak. Jumat (25/9/2026)
SPI HRD GA PT Superior Prima Sukses Tbk, Wijaya, menyampaikan bahwa agenda doa bersama ini merupakan wujud kepedulian dan rasa keprihatinan seluruh keluarga besar perusahaan atas musibah yang terjadi.
Kegiatan doa bersama tersebut berlangsung khidmat di pabrik Lamongan, Mojokerto, Sidoarjo, Sragen, dan Banjarnegara. Aksi ini menjadi bentuk solidaritas mendalam antar-sesama pekerja.
"Harapan kita, doa bersama ini menjadi penguat bagi kita maupun keluarga korban. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan, korban yang berpulang diterima di sisi Allah SWT, dan korban yang masih dirawat segera diberi kesembuhan agar bisa bergabung kembali dengan kami," ujar Wijaya. Sabtu (26/9/2026)
Dari masing-masing lokasi, para karyawan memanjatkan doa agar keluarga korban yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan. Mereka juga berdoa agar seluruh pekerja senantiasa diberikan keselamatan saat menjalankan tugas sehari-hari.
Wijaya menegaskan bahwa manajemen terus mendampingi seluruh proses penanganan dampak musibah ini agar beban keluarga korban dapat diringankan.
Ungkapan duka mendalam juga disampaikan oleh Arif, salah seorang rekan kerja korban. Ia berharap rekan-rekannya yang berada di rumah sakit dapat segera pulih.
Arif mengungkapkan, saat ini manajemen perusahaan fokus memberikan pendampingan serta penanganan medis terbaik bagi para korban.
"Sejauh yang saya tahu dan dari informasi rekan-rekan, pihak perusahaan sangat mendukung proses kesembuhan melalui perawatan intensif serta mendampingi pihak keluarga korban," ungkap Arif.
Sebagai rekan kerja, Arif pun berharap insiden ini menjadi pengingat bersama agar standar keselamatan kerja (occupational safety) selalu menjadi prioritas utama di setiap lini operasional.
Editor : SRTVRedaksi