Turun Langsung ke Wilayah Terpencil Ngluyu, Kang Marhaen Resmikan Jalan Cor Beton di Dusun Kerondong Bajang

Bupati saat meninjau jalan cor sepanjang 3,8 Kilo meter satu satunya jalan penghubung dusun terisolir di Ngluyu menuju wilayah lain (TL/SRTV)
Bupati saat meninjau jalan cor sepanjang 3,8 Kilo meter satu satunya jalan penghubung dusun terisolir di Ngluyu menuju wilayah lain (TL/SRTV)

SRTV.CO.ID, NGANJUK – Kebahagiaan kini menyelimuti warga Dusun Kerondong, Desa Bajang, Kecamatan Ngluyu, Kabupaten Nganjuk. Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, turun langsung ke wilayah terpencil tersebut untuk memotong pita sebagai tanda diresmikannya pembangunan jalan cor beton yang telah lama diidamkan masyarakat setempat.

"Jalan ini panjangnya kurang lebih 5 kilo, yang kita intervensi baru 3,8 kilo. Masih 1,2 wes sabar dhisik nggih," ujar Bupati Nganjuk yang akrab disapa Kang Marhaen saat meninjau langsung lokasi peresmian. Selasa (11/8/2026)

Dusun Kerondong merupakan salah satu daerah terisolir di wilayah utara Nganjuk yang dihuni oleh 124 jiwa atau sekitar 55 Kepala Keluarga (KK). 

Mayoritas penduduknya menggantungkan hidup dari sektor pertanian, sehingga keberadaan akses jalan yang layak menjadi pendorong utama roda perekonomian mereka.

"Tapi wes kita cicil. Moga-moga nanti ya PAK tahun ini moga-moga kalau tidak tahun depan harus diclearkan. Tinggal 1,2 kilo," tambah Kang Marhaen optimis.

Pemerintah Kabupaten Nganjuk berkomitmen untuk memprioritaskan penuntasan sisa jalan rusak sepanjang 1,2 kilometer tersebut melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) tahun 2026 atau paling lambat pada tahun anggaran berikutnya.

"Coba untuk betul-betul motret ya. Nganjuk itu luas sekali, dan ada satu daerah terisolasi, yaitu Dusun Kerondong Desa Bajang. Dulu jalan luar biasa wis, minta ampun (rusak parah) Nah, sekarang alhamdulillah sudah kita bangun. inilah, kita harus turun ke lapangan langsung sehingga tahu persis apa yang dirasakan oleh rakyat Nganjuk," ungkapnya.

Pembangunan infrastruktur ini pun disambut antusias oleh warga. Rasa syukur dan keharuan terpancar dari masyarakat yang kini tidak perlu lagi bersusah payah melintasi medan yang ekstrem saat hendak beraktivitas ke luar dusun.

"Ya terima kasih, dulu itu kembet (berlumpur) selutut sekarang sudah bagus," puji Mukadi, salah seorang warga Dusun Kerondong dengan nada lega.

Editor : SRTVRedaksi